Gangguan sistem melumpuhkan layanan 128 bank di Jepang bagian barat pada Jumat (6/11/2026). ATM, loket cabang, dan layanan internet banking tidak bisa digunakan sejak sekitar pukul 13.30 waktu setempat, dan sekitar 3.430 cabang terdampak.
Bank-bank yang terdampak adalah shinkin bank, yaitu bank koperasi regional yang melayani usaha kecil dan rumah tangga. Gangguan ini terjadi pada sistem inti bersama yang disebut Shinkin Joint System, yang dipakai oleh 236 dari sekitar 254 shinkin bank di seluruh Jepang, atau lebih dari 90 persen sektor tersebut.
Satu Kerusakan Peralatan, 128 Bank Lumpuh
Menurut Shinkin Joint Center, pengelola sistem tersebut, gangguan berasal dari kerusakan peralatan komunikasi di West Japan Center, pusat sistem yang melayani bank-bank shinkin di Jepang barat. Semua 128 bank yang terhubung ke pusat itu kehilangan layanan nasabah sekaligus.
Nasabah tidak bisa menarik tunai, menyetor, atau mentransfer dana, baik di ATM milik bank itu sendiri maupun di ATM bank mitra dan minimarket. Transaksi di loket cabang juga terhenti, dan sebagian pembayaran debit langsung ikut tertunda. Bank-bank yang memasang pengumuman penangguhan layanan antara lain Hiroshima Shinkin Bank, Osaka City Shinkin Bank, dan Nara Shinkin Bank.
Bukan Serangan Siber, Kata Pengelola
Pengelola sistem menegaskan gangguan ini bukan disebabkan akses tanpa izin atau serangan siber. Penyebabnya diyakini kerusakan peralatan, dan kemungkinan serangan siber untuk sementara dikesampingkan. Penyelidikan atas perangkat yang rusak masih berjalan, dan jenis peralatan maupun vendornya belum diungkap.
Bank-bank shinkin di Jepang timur yang dilayani pusat sistem terpisah tetap beroperasi normal, dan bank-bank besar Jepang tidak terdampak. Pada awalnya, pengelola menyebut pemulihan dalam hari yang sama mungkin sulit. Namun sejumlah laporan media Jepang menyebut layanan mulai pulih pada Jumat malam, sekitar pukul 19.00 waktu setempat, atau sekitar enam jam setelah gangguan dimulai.
Insiden ini menjadi pengingat tentang risiko sistem bersama: ketika 236 bank memakai satu platform inti yang sama, satu kerusakan peralatan di satu pusat bisa melumpuhkan 128 bank sekaligus. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah nasabah yang terdampak maupun pernyataan ganti rugi dari pengelola sistem.