Toshisuke Kanazawa membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap aktif di dunia binaraga.
Pada usia 90 tahun, atlet asal Jepang itu masih menjalani latihan fisik dua jam sehari, enam hari seminggu.
Ia baru tampil dalam IFBB World Fitness and Bodybuilding Championships di Santa Susanna, Spanyol, pada 30 Oktober 2026.
Meski belum meraih posisi podium, Kanazawa berencana terus membangun massa otot.
Pemegang 19 gelar juara nasional Jepang itu bahkan menargetkan kembali berkompetisi ketika berusia 93 tahun, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Latihan yang Disesuaikan dengan Usia
Kanazawa menyatakan kecintaannya terhadap binaraga menjadi alasan utama tetap aktif meski telah memasuki usia lanjut.
"Saya senang mencoba hal-hal yang belum pernah dilakukan orang lain, dan yang terpenting, saya ingin menekuni binaraga sepanjang hidup saya," ujarnya kepada Reuters.
Latihan berlangsung di pusat kebugaran pribadinya di Hiroshima, Jepang. Namun, ia telah mengubah metode latihan untuk menyesuaikan kemampuan fisik yang berubah seiring pertambahan usia.
Ia tidak lagi memaksakan beban ekstrem melalui gerakan seperti squat atau bench press dengan beban bebas.
Sebagai gantinya, Kanazawa memilih mesin latihan beban yang memungkinkan gerakan lebih terkontrol dan pengaturan resistensi sesuai kapasitas tubuhnya.
Selain menyesuaikan intensitas, ia memberi perhatian khusus pada pemulihan otot. Ia memperpanjang jeda istirahat di antara set latihan agar otot memiliki kesempatan beradaptasi.
Kanazawa juga menjaga kualitas tidur dengan mencukupi waktu istirahat malam sekitar tujuh jam setiap hari.
Penyesuaian ini menjadi bagian dari upayanya mempertahankan kekuatan dan massa otot tanpa memaksakan kemampuan fisik.
Di luar olahraga, pola makan juga menjadi bagian penting dari rutinitasnya. Ia konsisten menjalani pola makan tradisional Jepang sejak berusia 50 tahun dengan tidak mengonsumsi daging maupun ikan.
Kanazawa juga tidak pernah merokok ataupun mengonsumsi alkohol sepanjang hidupnya.
Menu hariannya antara lain beras merah, natto atau kedelai fermentasi, sup miso, serta dua butir telur mentah yang biasa dicampurkan ke dalam sup miso hangat.
Asupan protein juga mengalami penyesuaian seiring bertambahnya usia. Kanazawa mengurangi konsumsi minuman protein karena pencernaannya merasa kurang nyaman ketika menerima terlalu banyak cairan.
Jika sebelumnya ia mengonsumsi enam gelas protein shake setiap hari, kini jumlah tersebut dikurangi menjadi tiga gelas sehari.
