Xbox Nano Controller kini membawa fitur eksperimental bernama Cloud Connect yang memungkinkan pengontrol terhubung langsung ke jaringan Wi-Fi rumah.
Langkah ini dihadirkan untuk menekan input latency atau jeda respons tombol saat pemain memainkan game lewat layanan cloud gaming.
Perangkat kontrol ringkas ini dibanderol sekitar Rp885 ribuan atau setara $50.
Cara Cloud Connect Memangkas Jeda
Mekanisme ini mengadopsi pendekatan yang pernah dipelopori pengontrol Google Stadia.
Alih-alih mengirim sinyal tombol dari pengontrol ke Smart TV atau HP melalui Bluetooth lalu diteruskan ke server game, Xbox Nano Controller memotong jalur tersebut.
Data input dikirim langsung ke server pusat melalui koneksi Wi-Fi sehingga respons pergerakan karakter terasa lebih instan dan presisi.
Pada cloud gaming konvensional, koneksi Bluetooth kerap menjadi titik lemah yang memicu lag atau keterlambatan sinyal.
Transmisi data bertingkat dari gamepad ke layar perantara sebelum sampai ke cloud server menambah akumulasi delay yang mengganggu responsivitas.
Situasi ini paling terasa pada game yang menuntut refleks cepat seperti genre first-person shooter (FPS) dan game fighting.
Dengan Cloud Connect, Xbox Nano Controller mengubah cara komunikasi data secara fundamental.
Saat modus ini aktif, gamepad bertindak sebagai node jaringan independen yang terhubung ke access point Wi-Fi.
Sinyal perintah meluncur lurus ke peladen Xbox Cloud Gaming, lalu hasil rendatan visual dikirim balik ke layar Smart TV atau peramban web pengguna.
Penurunan latency ini memberikan sensasi bermain yang makin mendekati pengalaman eksekusi game secara lokal di konsol.
Xbox Nano Controller sendiri merupakan versi lebih praktis dan berukuran lebih kecil dibandingkan Xbox Wireless Controller standar.
Meski ukurannya lebih ringkas, sektor konektivitas yang ditawarkan sangat lengkap untuk mendukung ekosistem multi-platform.
Perangkat ini mendukung koneksi Bluetooth dan Xbox Wireless untuk berbagai perangkat.
