Leica dilaporkan bersiap memperluas lini kamera full-frame compact dengan varian Leica Q3 43 Monochrom.
Kabar terbaru menyebutkan perangkat ini dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini.
Kamera ini menggabungkan jarak fokus 43mm yang natural dan sensor khusus 60 megapiksel tanpa filter warna Bayer.
Lensa 43mm dan Ketajaman Sensor Monokrom
Penyegaran utama terletak pada penggunaan lensa 43mm f/2 APO-Summicron, menggantikan lensa 28mm f/1.7 pada Leica Q3 Monochrom versi awal.
Jarak fokus 43mm memberikan sudut pandang lebih rapat, ideal untuk street photography, dokumenter, hingga potret dengan ruang tajam tipis dan isolasi subjek halus.
Di balik lensa, Leica menyematkan sensor full-frame 60 megapiksel yang secara fisik tidak memiliki filter warna Bayer array.
Pada kamera digital biasa, filter warna memisahkan cahaya merah, hijau, dan biru lalu menggabungkannya lewat perangkat lunak.
Karena sensor monokrom melepas lapisan filter tersebut, setiap piksel menangkap intensitas cahaya murni secara langsung.
Hasilnya, foto lebih tajam, rentang dinamis lebih luas, dan noise minimal pada kondisi minim cahaya.
Efisiensi penangkapan cahaya yang lebih tinggi juga mendongkrak sensitivitas ISO maksimal dari ISO 100.000 menjadi ISO 200.000.
Secara visual, Leica Q3 43 Monochrom mempertahankan estetika stealth yang bersih.
Logo bulatan merah Leica sengaja dihilangkan agar penampilannya lebih tersamar di ruang publik.
Grafir angka pada ring lensa dan dial kecepatan shutter menggunakan warna putih dan abu-abu murni, senada dengan antarmuka layar sentuh sepenuhnya grayscale.
Pencinta fotografi analog hitam putih juga mendapat keuntungan teknis.
Karena sensor hanya merespons intensitas cahaya, filter warna fisik seperti merah, kuning, atau oranye di depan lensa bekerja seperti pada film hitam putih klasik.
Filter merah, misalnya, dapat mempergelap langit biru dan memunculkan kontras awan dramatis tanpa penyuntingan berlebihan.
