PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan laba bersih USD102 juta atau setara Rp1,8 triliun pada semester I-2026.
Capaian ini membalikkan posisi perusahaan yang sebelumnya merugi USD16 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan konsolidasian perseroan melonjak 64 persen secara tahunan menjadi USD1,40 miliar dari USD855 juta.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja operasional pada portofolio nikel dan emas.
EBITDA MDKA melesat 191 persen menjadi USD512 juta dibandingkan USD176 juta pada semester I-2025.
Laba kotor perseroan juga meningkat 309 persen menjadi USD434 juta, sementara laba usaha melonjak 404 persen menjadi USD397 juta.
Kinerja Operasional dan Proyeksi Semester II
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk Albert Saputro menyatakan penguatan kinerja operasional mencerminkan peningkatan efisiensi dan profitabilitas di seluruh lini bisnis Grup Merdeka.
Ia menambahkan bahwa EMAS masih menjalani fase peningkatan produksi, dengan produksi diperkirakan lebih besar pada semester kedua tahun ini.
Fokus perusahaan tetap pada eksekusi disiplin, efisiensi operasional, serta kemajuan proyek-proyek pertumbuhan utama grup.
Perseroan akan terus memantau dinamika pasar global dan variabel operasional utama untuk menjaga konsistensi kinerja hingga akhir tahun.
Anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi penyumbang EBITDA terbesar setelah memproduksi 15,2 juta wet metric tonnes (wmt) bijih nikel, naik 121 persen secara tahunan.
Volume penjualan bijih nikel MBMA tumbuh 60 persen menjadi 12,4 juta wmt berkat peningkatan produktivitas area tambang utama.
Di sektor pengolahan nikel, produksi dan penjualan Nickel Pig Iron (NPI) meningkat 20 persen secara tahunan seiring stabilitas operasi smelter.
Produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) tumbuh lebih dari dua kali lipat dengan peningkatan penjualan 72 persen, ditambah kontribusi dari produk asam.
Sektor tambang emas mencatat kenaikan produksi 32 persen secara tahunan menjadi 66.814 ounce pada semester I-2026.
Tambang Emas Tujuh Bukit menyumbang 49.402 ounce, sedangkan Tambang Emas Pani yang baru beroperasi tahun ini berkontribusi 17.412 ounce.
Total penjualan emas grup mencapai 61.561 ounce.
Perseroan sedang melanjutkan studi kelayakan untuk Proyek Tembaga Tujuh Bukit serta mengembangkan proyek Carbon-in-Leach (CIL) di Tambang Emas Pani.
Pada lini material baterai, PT ESG New Energy Material terus meningkatkan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).
Sementara itu, PT Sulawesi Nickel Cobalt menyiapkan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) untuk mulai beroperasi pada semester II-2026.