Pendiri Microsoft Bill Gates menyampaikan peringatan keras soal potensi bahaya penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) oleh pihak berniat jahat.
Menurut Gates, penyalahgunaan itu dapat mengancam miliaran nyawa di seluruh dunia.
Kekhawatiran tersebut ia sampaikan dalam cuplikan wawancara dengan Meet the Press.
Gates menyoroti tingginya risiko keamanan dari kemajuan teknologi AI saat ini.
"AI tentu saja cukup ampuh untuk memicu peristiwa yang menyebabkan miliaran kematian," kata Gates.
Ia menekankan penggabungan alat AI modern dan niat buruk belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pengembangan senjata.
"Tidak pernah ada senjata yang kekuatannya setara dengan kombinasi orang-orang dengan niat jahat yang menggunakan alat AI terbaru," sambung Gates.
Desakan Regulasi Pemerintah
Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Gates mendesak pemerintah segera mengintervensi industri AI melalui regulasi resmi.
Menurutnya, langkah regulasi mandiri dari internal perusahaan tidak akan cukup efektif.
"Anda membutuhkan penegak hukum dan politisi untuk itu terlibat dalam diskusi tentang seperti apa bentuk pengamanan dan pengawasannya.
Dan itu harus menjadi persyaratan wajib," jelas Gates.
Pernyataan Gates sejalan dengan pandangan sejumlah peneliti industri.
Mantan karyawan Anthropic dan OpenAI, Jacob Coxon, menilai perusahaan AI bertaruh dengan masa depan manusia.
Karyawan Anthropic Evan Hubinger memperkirakan ada peluang minimal 10 persen AI dapat memusnahkan manusia dalam satu dekade ke depan.
CEO Anthropic Dario Amodei, CEO OpenAI Sam Altman, hingga Elon Musk juga telah menyuarakan perlunya penghentian sejenak pengembangan AI super cerdas.
Peringatan ini melengkapi esai yang ditulis Gates pada Agustus lalu.
Dalam esai itu, ia mencatat potensi penggunaan AI oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk serangan siber, penipuan, penyebaran disinformasi, hingga serangan berskala besar.
