Platform kecerdasan artifisial buatan Indonesia, Pemuda. ai, resmi diperkenalkan dalam acara peluncuran akbar yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Pemuda. ai berada di bawah naungan Prominence Group dan dibangun sebagai pusat layanan teknologi digital nasional.
Kehadirannya diarahkan untuk memperluas pemanfaatan AI bagi pengguna individu maupun perusahaan.
Empat Produk Utama Pemuda.ai
Pemuda. ai menghadirkan empat produk utama yang memiliki fungsi berbeda untuk menjangkau berbagai kebutuhan pengguna.
Pertama, Pemuda Token menyediakan akses terhadap beragam model kecerdasan artifisial yang dapat dimanfaatkan oleh pengembang dan kalangan korporasi.
Kedua, Asmuni merupakan asisten kecerdasan artifisial interaktif yang ditujukan bagi pengguna perorangan maupun organisasi.
Ketiga, Pemuda Studio menjadi sarana pembuatan video berbasis AI untuk memenuhi kebutuhan rumah produksi dan tim kreatif.
Keempat, Pemuda Satria adalah layanan pengelolaan keamanan siber yang difokuskan pada perlindungan sistem dan kebutuhan perusahaan.
Dari keempat produk tersebut, Asmuni menjadi layanan pertama yang diperkenalkan kepada masyarakat.
Produk yang merupakan singkatan dari Asisten Pemuda Terkini ini mengawali pengembangannya dengan menyasar industri seni dan ekonomi kreatif.
Pengembangan platform juga diperkuat melalui kerja sama kelembagaan.
Sebelum peluncuran berlangsung, Prominence Group telah menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU strategis dengan Onno Center untuk mendukung pengembangan teknologi sekaligus meningkatkan literasi digital di Indonesia.
Asmuni dan Peta Jalan Ekonomi Kreatif
President Director Prominence Group Edi Sugianto menempatkan peluncuran Pemuda. ai sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi nasional.
Menurutnya, inovasi lokal perlu mendapatkan ruang untuk berkembang di tengah kemajuan teknologi dunia.
Edi mengaitkan momentum Sumpah Pemuda dengan semangat perjuangan generasi muda dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi bangsa.
"Momentum Sumpah Pemuda hari ini adalah saat yang tepat untuk mengobarkan kembali semangat kemandirian dan karya inovasi anak bangsa.
Dahulu, para pemuda berjuang dengan bambu runcing. Kini, kami ingin melanjutkan semangat perjuangan itu dengan teknologi AI," ujar Edi.
Ia juga menjelaskan bahwa Asmuni memiliki makna lebih luas daripada sekadar menghadirkan asisten virtual.
Produk tersebut menjadi salah satu representasi kemampuan talenta Indonesia dalam mengembangkan teknologi modern yang disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.
CEO & Co-Founder Pemuda. ai Djoko Setyanto menerangkan bahwa Asmuni dipersiapkan sebagai rekan kerja virtual yang dapat digunakan secara inklusif.
Sasaran penggunanya mencakup kreator, sutradara, hingga pengembang perangkat lunak.
Melalui layanan tersebut, pengguna dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial untuk mendukung kerja sama, menghimpun gagasan, serta menghasilkan kreasi video.
Pemanfaatannya juga diproyeksikan menjangkau sektor ekonomi yang lebih luas.
Dalam penerapan berikutnya, Asmuni diarahkan untuk membantu pelaku UMKM menyusun strategi penjualan.
Teknologi ini juga diproyeksikan mendukung tenaga pendidik dalam menyiapkan materi pembelajaran interaktif.
Selain dunia pendidikan dan usaha kecil, petani serta pedagang kecil turut masuk dalam sasaran pemanfaatan Asmuni.
Layanan tersebut diharapkan dapat membantu mereka mengoptimalkan berbagai kegiatan usaha sehari-hari.
Kemampuan teknologi yang dikembangkan platform ini turut diperlihatkan dalam acara peluncuran melalui sebuah karya audiovisual bertajuk Video Remake Sumpah Pemuda.
Karya tersebut menjadi salah satu demonstrasi penggunaan teknologi produksi berbasis kecerdasan artifisial.
Seluruh tahapan pengerjaan video memanfaatkan Pemuda Studio dan mesin teknologi milik Pemuda. ai.
Proses produksinya mencakup penyusunan desain visual, pengembangan alur video, hingga pembuatan aransemen musik pendukung.
Acara tersebut juga menghadirkan musisi dan produser musik Joshua Matulessy atau JFlow.
Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan karya kolaborasi berjudul "Pemoeda" yang ditetapkan sebagai lagu tema resmi Pemuda. ai.
Kehadiran video tersebut sekaligus memperlihatkan penggunaan Pemuda Studio untuk kebutuhan produksi kreatif.
Teknologi yang ditampilkan mencakup beberapa unsur penting dalam pembuatan video, mulai dari konsep visual sampai pengolahan musik.
Prominence Group bersama Pemuda. ai telah menyiapkan rencana pengembangan ekosistem teknologi dengan perhatian khusus pada sektor ekonomi kreatif.
Program tersebut diarahkan untuk membangun komunitas sekaligus memperluas keterlibatan berbagai pelaku industri digital.
Kelompok yang menjadi sasaran pengembangan meliputi komunitas kreatif, pekerja lepas, rumah produksi, serta pengembang teknologi lokal.
Keberadaan berbagai layanan dalam satu ekosistem diharapkan dapat mendukung kebutuhan kelompok tersebut dalam menghasilkan karya.
Pengembangan komunitas dan penguatan kemampuan pelaku industri lokal menjadi bagian dari peta jalan yang telah disiapkan.
Fokus tersebut juga berkaitan dengan pemanfaatan produk Pemuda. ai untuk berbagai kebutuhan produksi dan kolaborasi.
Dalam jangka panjang, Prominence Group dan Pemuda. ai menargetkan perluasan jangkauan ekosistem teknologi Indonesia ke pasar internasional.
Ambisi yang disampaikan dalam peluncuran tersebut adalah membawa produk teknologi nasional agar mampu bersaing dan mendominasi pasar global pada tahun mendatang.