FC Porto keluar sebagai juara Supertaca Mario Saldanha setelah mengalahkan Sporting CP dengan skor 80-76 di Pavilhao Desportivo de Albufeira pada Sabtu, 26 September 2026.
Ini menjadi gelar Supertaca kesembilan sepanjang sejarah FC Porto.
Kemenangan tersebut diraih lewat kebangkitan dramatis setelah tertinggal sepuluh poin pada paruh pertama pertandingan.
Sporting CP Kuasai Paruh Pertama
Sporting CP tampil dominan pada dua kuarter awal dengan keunggulan 22-26 dan 9-15.
Mereka mengantongi keunggulan 31-41 saat turun minum.
Namun FC Porto bangkit pada kuarter ketiga dengan mencetak keunggulan 20-11 untuk menipiskan selisih menjadi 51-52.
FC Porto akhirnya mengunci kemenangan lewat tambahan 29 poin di kuarter pamungkas.
Bropleh MVP, Sá Soroti Peran Ruang Ganti
Pemain FC Porto, Thomas Bropleh, menyabet gelar MVP usai membukukan 20 poin, empat rebound, dan empat assist.
Corey Allen-Williams serta Goncalo Delgado menyumbang masing-masing 11 poin untuk FC Porto.
Di kubu Sporting CP, Gabriel Kalscheur mencetak 17 poin dan Javian Davis menambah 15 poin.
Pelatih FC Porto, Fernando Sá, menilai laga berjalan sangat rumit karena timnya tampil buruk pada paruh pertama akibat fokus pada aksi individual dan minim berbagi bola.
Sá mengungkapkan bahwa diskusi antarpemain di ruang ganti saat jeda babak menjadi titik balik perubahan performa timnya.
Ia menyoroti kata-kata dari James Woodard yang sepanjang minggu tidak berlatih dan bahkan diragukan untuk bermain, tetapi mampu memberikan pidato yang membuatnya optimistis tentang masa depan tim.
Kemenangan tersebut diraih meski skuat FC Porto diselimuti kekhawatiran akibat rentetan cedera pemain menjelang laga.
Sá menegaskan timnya mengemban beban kewajiban untuk menang mengingat absennya sejumlah pilar lawan.
Pemain FC Porto, Tanner Omlid, turut menyoroti kebangkitan timnya pada paruh kedua yang dipicu oleh kepemimpinan di dalam skuat.
Omlid menambahkan bahwa daya juang tanpa menyerah menjadi kunci utama klub dalam mengamankan trofi pembuka musim.
Sikap gigih FC Porto juga didukung oleh kehadiran para pendukung yang memadati arena pertandingan di wilayah selatan Portugal tersebut.
Di sisi lain, pelatih Sporting CP, Bernardo Pires, mengakui keunggulan fisik dan kesiapan taktis lawan yang lebih matang.
Kendati sempat unggul hingga 12 poin di beberapa momen, Pires menerima hasil tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan timnya.
Rangkaian kejuaraan bola basket Portugal berlanjut pada Minggu, 27 September 2026, dengan mempertandingkan Supertaca Feminina antara GDESSA Barreiro dan SL Benfica di Almada.
