unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Profil François Letexier, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Mesir Piala Dunia 2026
News

Profil François Letexier, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Mesir Piala Dunia 2026

François Letexier wasit asal Prancis
Profil François Letexier, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Mesir Piala Dunia 2026
A A Ukuran Teks16px

Nama François Letexier mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola. Wasit asal Prancis ini memimpin laga 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir.

Keputusannya di lapangan membuat stadion penuh geger. Banyak yang penasaran dengan sosok di balik peluit yang menentukan nasib Lionel Messi dan kawan-kawan.

Siapa François Letexier?

François Letexier adalah wasit sepak bola asal Prancis kelahiran 23 April 1989 di Bédée, Brittany. Ia berstatus wasit elite UEFA dan FIFA.

Letexier dikenal lewat kepemimpinannya di final Euro 2024, Piala Super Eropa 2023, dan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir.

Selain sibuk di lapangan hijau, ia juga berprofesi sebagai ahli hukum. Latar belakang ini membuat gaya kepemimpinannya tegas namun terukur.

Biodata Lengkap François Letexier

Nama lengkap: François Letexier. Tanggal lahir: 23 April 1989 (37 tahun per 2026).

Tempat lahir: Bédée, Brittany, Prancis.

Kebangsaan: Prancis. Status: Wasit Elite UEFA, FIFA sejak 2017.

Profesi lain: Ahli hukum, juru sita pengadilan.

Debut Ligue 1: 23 Januari 2016, Montpellier vs Caen. Status keluarga: Menikah, sudah memiliki anak.

Laga profesional: 285+ pertandingan (per pertengahan 2026).

Perjalanan Karier François Letexier

Letexier mulai memegang peluit sejak usia 13 tahun di liga-liga regional Brittany.

Kariernya melesat lewat kompetisi berjenjang, mulai dari Championnat National 2, Ligue 3, hingga akhirnya menembus Ligue 1 pada Januari 2016.

Setahun setelah debut di Ligue 1, ia resmi masuk daftar wasit internasional FIFA pada 2017.

Laga internasional senior pertamanya terjadi pada 23 Maret 2018, saat memimpin pertandingan persahabatan Bulgaria melawan Bosnia dan Herzegovina.

Kariernya terus menanjak lewat penunjukan sebagai wasit final UEFA Youth League 2019 antara Porto dan Chelsea.

Dua tahun berselang, ia dipercaya memimpin final Coupe de France 2021 antara Monaco melawan Paris Saint-Germain.

Puncak pengakuan datang saat UEFA menunjuknya sebagai wasit utama final Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris pada 14 Juli 2024.

Di usia 35 tahun, ia menjadi wasit termuda sepanjang sejarah yang memimpin final Piala Eropa.

Laga-Laga Besar yang Dipimpin François Letexier

Final UEFA Youth League: Porto vs Chelsea (2019). Final Coupe de France: Monaco vs PSG (2021).

Final Piala Super Eropa: Manchester City vs Sevilla (2023).

Final Coupe de France: Lyon vs PSG (2024). Final UEFA Euro 2024: Spanyol vs Inggris (2024).

Final Europa League: Freiburg vs Aston Villa (2026). Babak 16 Besar Piala Dunia: Argentina vs Mesir (2026).

Profesi Lain di Luar Lapangan Hijau

Di luar dunia sepak bola, Letexier berprofesi sebagai ahli hukum sekaligus juru sita pengadilan di kota Rennes.

Pekerjaan ini menuntut ketelitian tinggi dan kemampuan mengambil keputusan cepat di bawah tekanan.

Kombinasi dua profesi ini membuat gaya kepemimpinannya di lapangan terasa berbeda. Ia dikenal tenang, tegas, dan jarang terpancing emosi meski suasana pertandingan memanas.

Kontroversi di Piala Dunia 2026

Pada 7 Juli 2026, Letexier memimpin laga 16 besar Piala Dunia antara Argentina dan Mesir di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.

Laga berakhir dramatis dengan kemenangan Argentina 3-2.

Keputusan wasit soal gol yang dianulir memicu protes keras dari kubu Mesir. Gol kedua Mesir yang dicetak Mostafa Zico pada menit ke-58 dianulir lewat pemeriksaan Video Assistant Referee.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, secara terbuka menuding kepemimpinan Letexier berat sebelah dan menguntungkan Argentina. Momen lain terjadi ketika Mohamed Salah dijatuhkan pemain Argentina di area kotak penalti.

Letexier memilih tidak mengecek tayangan VAR untuk insiden tersebut, keputusan yang makin memperkuat kekecewaan tim Mesir.

Sebelumnya, ia sudah memimpin laga Pantai Gading melawan Ekuador pada 15 Juni, dan laga Tanjung Verde melawan Arab Saudi pada 27 Juni 2026.

Statistik dan Gaya Kepemimpinan

Data Transfermarkt mencatat Letexier sudah memimpin 156 laga di Ligue 1 dengan 627 kartu kuning, 21 kartu merah, dan 63 penalti.

Hingga pertengahan 2026, total laga profesionalnya menembus 285 pertandingan dengan rata-rata 3,99 kartu kuning dan 0,18 kartu merah tiap laga.

Angka ini menunjukkan pendekatan yang tegas, namun tidak berlebihan dalam mengeluarkan kartu.

Ia juga tercatat pernah mengusir tiga pemain sekaligus dalam satu laga Ligue 2 antara Saint-Étienne dan Le Havre pada Agustus 2022.

Gaya kepemimpinannya kerap memicu perdebatan, terutama soal keputusan penalti dan interpretasi handball.

Kasus paling mencolok terjadi pada Oktober 2022 saat laga Nice melawan Nantes, di mana keputusannya soal dua insiden handball dianggap tidak konsisten.

François Letexier dan Sepak Bola Indonesia

Nama Letexier ternyata tak asing bagi publik sepak bola Tanah Air.

Ia memimpin laga play-off Olimpiade Paris 2024 antara Indonesia U-23 melawan Guinea U-23 pada 9 Mei 2024, laga yang berakhir kekalahan 0-1 bagi Garuda Muda.

Dua keputusan penalti untuk Guinea menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru