Jurnal mengajar guru sering menjadi beban administrasi yang menumpuk di akhir pekan. Padahal, dokumen ini penting sebagai bukti proses belajar mengajar dan bahan refleksi.
Meski Kurikulum Merdeka tidak mewajibkan jurnal kelas harian secara formal, kepala sekolah tetap menyarankan pembuatannya. Jurnal ini dibutuhkan untuk supervisi dan akreditasi.
>>> Cara Bikin Twibbon MPLS di Canva, Twibbonize, dan Picsart
Apa Itu Jurnal Mengajar Guru?
Jurnal mengajar guru adalah catatan harian yang merekam materi, metode, kehadiran siswa, dan evaluasi singkat setiap pertemuan. Dokumen ini berfungsi sebagai arsip resmi dan alat refleksi.
Berbeda dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) atau modul ajar, jurnal mengajar mencatat apa yang benar-benar terjadi setelah kelas selesai.
Istilahnya bisa berbeda-beda di setiap sekolah, seperti jurnal kelas harian atau agenda harian guru.
Manfaat Jurnal Mengajar bagi Guru
Jurnal mengajar penting sebagai dokumentasi resmi kegiatan kelas dan dasar penilaian kinerja guru. Tanpa jurnal, guru sulit membuktikan pembelajaran telah sesuai target kurikulum.
Manfaat konkretnya antara lain: bukti kinerja saat supervisi, bahan refleksi pribadi, alat komunikasi antar guru, pendukung akreditasi sekolah, dan laporan kehadiran siswa.
Komponen Wajib dalam Jurnal Mengajar
Komponen wajib meliputi identitas pembelajaran, tujuan/kompetensi dasar, materi dan metode, kehadiran siswa, kendala dan solusi, serta tanda tangan.
Keenam bagian ini harus ada agar jurnal sah sebagai administrasi.
Bagian identitas pembelajaran menjadi dasar administrasi untuk memudahkan penelusuran. Sementara itu, kendala dan solusi sering diabaikan padahal berguna untuk memahami kondisi nyata kelas.
Cara Membuat Jurnal Mengajar Secara Manual
Metode manual menggunakan buku tulis atau format cetak folio.
