unique visitors counter
⌂ Beranda News Koperasi Merah Putih Dinilai Mampu Perkuat Ekonomi Desa jika Dikelola Profesional

Koperasi Merah Putih Dinilai Mampu Perkuat Ekonomi Desa jika Dikelola Profesional

Koperasi Merah Putih Dinilai Mampu Perkuat Ekonomi Desa jika Dikelola Profesional
Ilustrasi: Koperasi Merah Putih Dinilai Mampu Perkuat Ekonomi Desa jika Dikelola Profesional
A A Ukuran Teks16px

Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat jika dikelola secara profesional dan berbasis inovasi.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, mengatakan program yang didorong Presiden Prabowo Subianto itu sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.

>>> Jürgen Klopp Selangkah Lagi Resmi Jadi Pelatih Timnas Jerman

Pasal tersebut menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Menurutnya, pembangunan ekonomi harus dimulai dari desa karena desa yang kuat akan menjadi fondasi ketahanan ekonomi nasional.

"Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi mesin ekonomi masyarakat. Jika desa kuat, maka ekonomi nasional juga akan semakin kokoh," kata Achmad saat dihubungi Poskota.

in2

Ia menilai koperasi tidak cukup hanya berperan sebagai lembaga simpan pinjam. Koperasi harus berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Perannya mencakup sektor pertanian, perikanan, perdagangan, logistik, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan fungsi tersebut, koperasi diyakini mampu memangkas rantai distribusi, meningkatkan nilai tambah produk desa, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

>>> B50 Berlaku, Pertamina Ungkap RI Kurangi Impor Solar 310 Ribu Bph

Achmad juga mengusulkan agar Koperasi Merah Putih dikembangkan dengan semangat kreativitas, inovasi, kemandirian, serta pola pikir bisnis atau koperasipreneurship.

Menurutnya, keberhasilan program itu sangat bergantung pada tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, koperasi perlu memanfaatkan teknologi digital agar mampu meningkatkan pelayanan kepada anggota dan bersaing di tengah perkembangan ekonomi modern.

Ia menambahkan, pengembangan koperasi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Keterlibatan generasi muda juga dinilai penting agar koperasi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

>>> 5 HP Harga Rp3 Jutaan Terbaik 2026, Cocok untuk Gaming hingga Fotografi

"Pemerataan kesejahteraan menjadi salah satu kunci menuju Indonesia Emas 2045. Koperasi dapat menjadi instrumen untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan," ujarnya.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot