Koperasi membangun demokrasi ekonomi melalui prinsip kebersamaan dan kegotongroyongan, bukan persaingan individualistik. Hal itu disampaikan Harmoko dalam tulisannya di Poskota.
Dua tahun lalu, tepatnya 12 Juli 2024, ia mengulas bahwa transformasi koperasi tidak bisa ditunda.
>>> AS Kembali Serang Iran Setelah Trump Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir
Yang diperlukan adalah aksi nyata mengembangkan koperasi modern agar memberi nilai tambah bagi anggota dan masyarakat.
Digitalisasi koperasi menjadi penting untuk menarik minat generasi milenial yang saat ini jauh dari koperasi. Koperasi modern juga dapat membantu perekonomian Indonesia bertransisi menjadi negara maju.
Koperasi Modern dan Tantangan
Koperasi disebut modern jika menjalankan usaha dengan cara baru, menggunakan tata kelola yang baik, dan memiliki daya saing unggul.
Koperasi juga harus adaptif terhadap perubahan, terutama teknologi informasi.
Meski demikian, pengembangan koperasi dengan teknologi informasi harus tetap berjati diri ekonomi kerakyatan yang berasas kekeluargaan. Itulah koperasi masa depan yang hendaknya dikembangkan.
>>> Sebagian Pejabat The Fed Nilai Ada Alasan Kerek Suku Bunga pada Juni
Fakta menunjukkan lemahnya manajemen, permodalan, rendahnya partisipasi anggota, dan kapasitas SDM masih menjadi tantangan sebagian besar koperasi di Indonesia.
Sekitar 80 persen koperasi di Indonesia merupakan simpan pinjam yang melayani masyarakat tidak terjangkau perbankan.
Ke depan, koperasi tidak hanya fokus pada sektor keuangan, tetapi harus masuk ke sektor riil seperti koperasi konsumen, produsen, jasa, dan pemasaran.
Hal ini guna memberdayakan ekonomi masyarakat.
Tak kalah penting, membangun ekonomi melalui the amazing local culture dengan menggali talenta di desa menjadi komoditas unggulan.
>>> Puing Pesawat Boeing 737 K2 Airways Ditemukan, 5 Kru Masih Dicari
Ini sering disebut menggali dan mengembangkan kearifan lokal demi kemakmuran masyarakat setempat.

