unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Kembali Serang Iran Setelah Trump Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir

AS Kembali Serang Iran Setelah Trump Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir

AS Kembali Serang Iran Setelah Trump Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir
Ilustrasi: AS Kembali Serang Iran Setelah Trump Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir
A A Ukuran Teks16px

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu (9/7/2026), hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata yang rapuh telah berakhir.

Serangan terbaru ini meningkatkan kekhawatiran perang di Iran dapat kembali berkobar, setelah sehari sebelumnya militer AS menghantam sejumlah instalasi militer dan fasilitas pelabuhan Iran.

>>> Militer AS Kembali Serang Iran, Eskalasi Baru di Timur Tengah

Pejabat militer AS dalam unggahan media sosial mengatakan serangan itu bertujuan untuk "semakin menurunkan" kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan di beberapa lokasi, termasuk kota pelabuhan selatan Bandar Abbas dan Sirik, serta Bushehr yang menjadi lokasi kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.

Trump Beri Peringatan Keras

Setelah meninggalkan KTT NATO di Ankara, Turki, Trump mengunggah beberapa video di media sosialnya yang menunjukkan apa yang disebutnya sebagai ledakan di Iran.

in2

"Ini adalah pembalasan atas pemboman kapal oleh Iran kemarin. Jika terjadi lagi, akan jauh lebih buruk!"

tulis Trump.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa pertempuran terbaru tidak akan menghasilkan aksi militer jangka panjang, namun ia juga mengisyaratkan militer AS mungkin akan "menyelesaikan pekerjaan".

Ia juga memperbarui ancaman untuk menyerang infrastruktur sipil Iran, termasuk pembangkit listrik dan pabrik desalinasi, serta merebut pusat produksi minyak di Pulau Kharg.

Kekhawatiran Perang Kembali Memanas

Trump memicu kekhawatiran perang dapat dimulai lagi dengan mengatakan bahwa kesepakatan sementara untuk menghentikan pertempuran sudah "berakhir", meskipun ia menambahkan akan mengizinkan negosiasi berlanjut.

Serangan-serangan telah berulang kali mengancam gencatan senjata yang rapuh, namun pernyataan Trump menambah ketidakpastian baru dan harga minyak melonjak setelah ia berbicara.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot