Sebagian pejabat Federal Reserve (The Fed) menilai terdapat alasan untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter Juni lalu.
Namun, mereka akhirnya sepakat mempertahankan suku bunga acuan.
>>> Militer AS Kembali Serang Iran, Eskalasi Baru di Timur Tengah
Hal itu terungkap dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16–17 Juni yang dirilis Rabu (9/7/2026).
Risalah tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran para pembuat kebijakan terhadap inflasi.
Sementara itu, kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja sedikit mereda.
>>> Harga Minyak Melonjak Usai AS Lanjutkan Serangan ke Iran
"Para peserta rapat secara umum menilai bahwa informasi yang diterima selama periode antarpertemuan menunjukkan risiko kenaikan terhadap stabilitas harga masih tetap tinggi," bunyi risalah tersebut.
Risalah juga menyebutkan bahwa risiko penurunan dalam pencapaian tingkat lapangan kerja maksimum telah sedikit berkurang.
FOMC secara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan federal funds rate di kisaran 3,5% hingga 3,75%.
>>> BEI Jadwalkan Pertemuan dengan S&P DJI Usai Ancaman Turun ke Frontier Market
Pertemuan Juni tersebut merupakan pertemuan kebijakan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Kevin Warsh ditunjuk oleh Presiden Donald Trump sebagai gubernur baru The Fed.
