Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut. Eskalasi ini mengancam gencatan senjata yang sudah rapuh di kawasan.
Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengumumkan serangan tambahan atas arahan Panglima Tertinggi. Tujuannya untuk melemahkan kemampuan Iran mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
>>> BEI Jadwalkan Pertemuan dengan S&P DJI Usai Ancaman Turun ke Frontier Market
Centcom menyatakan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap agresi Iran terhadap kapal-kapal komersial dan awak sipil. Jalur perairan internasional yang vital harus tetap aman.
Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump, dalam KTT NATO di Turki, mengatakan bahwa AS kemungkinan akan kembali menyerang Iran.
>>> RI Harus Berbenah Jika Ingin Saingi Singapura Soal Konser
Pernyataan itu kini menjadi kenyataan.
>>> Menkeu Akan Kaji Ulang Pajak JHT Usai Bertemu Said Iqbal
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran mengenai serangan terbaru ini. Situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas.

