Departemen Keuangan Amerika Serikat pada Selasa (8/7) mengumumkan pencabutan izin umum yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak Iran.
Keputusan ini diambil setelah tiga kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran serangan di sekitar Selat Hormuz.
>>> Danantara Lebur Empat Perusahaan Asset Management, Konsolidasi ke Mandiri MI
Pencabutan izin tersebut menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap upaya diplomatik pemerintahan Presiden Donald Trump untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran.
Tujuan negosiasi itu antara lain membuka kembali jalur perairan strategis, menghentikan program nuklir Iran, dan mengakhiri perang di Timur Tengah.
Pada 21 Juni lalu, Kantor Pengawasan Asing Departemen Keuangan AS menerbitkan izin umum sementara selama 60 hari yang mengizinkan produksi, pengiriman, dan penjualan minyak Iran.
Langkah itu menyusul penandatanganan perjanjian damai awal antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang.
>>> Militer AS Luncurkan Serangan Baru ke Iran sebagai Respons Serangan di Selat Hormuz
Menurut Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), tiga kapal tanker terkena proyektil tak dikenal di Selat Hormuz atau di area timur Limah, Oman.
Insiden ini meningkatkan ketegangan di jalur pelayaran vital tersebut.
Korea Selatan dan negara-negara lain terus memantau perkembangan di Selat Hormuz.
>>> Sesak Napas Saat Hendak Bertemu Keluarga, Tersangka Pencurian Meninggal
Jalur ini merupakan rute utama pengiriman minyak, gas alam, pupuk, dan komoditas lainnya, yang sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut.
