Rencana pemerintah mengalihkan surplus produksi solar menjadi bahan bakar jet (avtur) dinilai realistis. Tiga kilang milik PT Pertamina (Persero) disebut siap mendukung kebijakan tersebut.
Pakar ekonomi energi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad), Yayan Satyakti, menilai langkah konversi ini strategis.
Menurutnya, Pertamina memiliki kapasitas teknologi yang mumpuni untuk mengeksekusinya.
Tiga Kilang Utama
Yayan menyebut tiga kilang utama yang potensial, yaitu Refinery Unit (RU) V Balikpapan, RU VI Balongan, dan RU IV Cilacap.
Ketiganya dinilai memiliki fasilitas pendukung yang memadai.
RU V Balikpapan menjadi sorotan utama. Pascaprogram pengembangan kilang (RDMP), kilang ini mendapat tambahan kapasitas produksi hingga 5,6 juta kiloliter (kl).
Dengan tambahan kapasitas tersebut, Balikpapan dinilai mampu memproduksi avtur dalam jumlah signifikan. Hal ini mendukung target pemerintah mengurangi impor avtur.
Pemerintah sebelumnya mencatat adanya surplus solar di dalam negeri. Konversi ke avtur diharapkan dapat menekan impor dan meningkatkan nilai tambah produk kilang.