Xiaomi kembali memperluas lini aksesori pintar dengan meluncurkan power bank terbaru yang membawa peningkatan signifikan di sektor keamanan.
Produk bernama Xiaomi Power Bank 20000 22.5W ini menjadi power bank pertama dari Xiaomi yang dirancang sesuai standar keselamatan nasional terbaru di China untuk perangkat pengisi daya portabel.
>>> Charlie Puth Kembali ke Korea untuk Konser Stadion Perdana
Peluncuran ini menunjukkan langkah proaktif Xiaomi dalam mengadopsi regulasi baru, meski aturan tersebut baru akan berlaku secara penuh pada 1 April 2027.
Dengan demikian, perusahaan telah lebih dulu menghadirkan produk yang memenuhi persyaratan keamanan yang jauh lebih ketat dibanding generasi sebelumnya.
Power bank terbaru ini dijadwalkan mulai dipasarkan di China pada 22 Juli dengan harga 149 yuan, atau sekitar Rp330 ribuan jika dikonversikan ke mata uang Indonesia.
Kapasitas 20.000mAh dengan Fast Charging 22,5W
Dari sisi spesifikasi, Xiaomi membekali perangkat ini dengan kapasitas baterai 20.000mAh, sehingga mampu mengisi ulang berbagai perangkat seperti smartphone, tablet, hingga aksesori elektronik lainnya beberapa kali dalam satu kali pengisian.
Selain kapasitas besar, power bank ini juga mendukung pengisian cepat hingga 22,5W melalui kabel bawaan yang telah terintegrasi pada bodinya.
Kehadiran kabel bawaan tersebut membuat pengguna tidak perlu lagi membawa kabel tambahan saat bepergian.
Menariknya, Xiaomi tidak menggunakan satu sel baterai berukuran besar. Sebagai gantinya, perusahaan memilih konfigurasi dua sel baterai berkapasitas 10.000mAh.
>>> 'The East Palace' Hadirkan Era Baru K-Occult dengan Sentuhan Joseon Gothic
Pendekatan ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan tingkat keamanan yang lebih baik selama proses pengisian maupun pemakaian sehari-hari.
Lolos Beragam Pengujian Keamanan Ekstrem
Salah satu nilai jual utama perangkat ini adalah aspek keamanannya. Xiaomi mengungkapkan bahwa power bank tersebut telah melewati berbagai pengujian ekstrem sesuai standar nasional terbaru di China.
Beberapa pengujian yang berhasil dilewati antara lain uji penetrasi menggunakan jarum berdiameter 4 mm untuk memastikan baterai tidak mudah mengalami korsleting internal.
Selain itu, perangkat juga diuji pada suhu tinggi hingga 135 derajat Celsius guna memastikan stabilitas baterai dalam kondisi panas ekstrem.
Tidak hanya itu, Xiaomi juga melakukan uji pengisian daya berlebih dengan tegangan mencapai 1,3 kali lebih tinggi dari kondisi normal.
Pengujian tersebut bertujuan memastikan sistem perlindungan baterai tetap bekerja secara optimal apabila terjadi lonjakan daya.
>>> Sunmi Rilis Single Musim Hujan 'Forever July'
Selanjutnya, power bank ini menjalani uji tekanan menggunakan beban sekitar 1,3 ton untuk mengukur ketahanan fisik terhadap benturan atau tekanan berat.

