unique visitors counter
⌂ Beranda News Andy Burnham Resmi Pimpin Partai Buruh Inggris, Janjikan Harapan Baru

Andy Burnham Resmi Pimpin Partai Buruh Inggris, Janjikan Harapan Baru

Andy Burnham Resmi Pimpin Partai Buruh Inggris, Janjikan Harapan Baru
Ilustrasi: Andy Burnham Resmi Pimpin Partai Buruh Inggris, Janjikan Harapan Baru
A A Ukuran Teks16px

Andy Burnham secara resmi dinyatakan sebagai pemimpin baru Partai Buruh Inggris pada Jumat, 17 Juli.

Ia berjanji membawa harapan bagi rakyat Inggris dan tujuan bagi pemerintahan yang tengah terpuruk.

>>> Uang Mengalir ke SRBI, Biaya Dana Perbankan Masih Tinggi

Burnham adalah satu-satunya kandidat dalam kontestasi kepemimpinan partai setelah Perdana Menteri Keir Starmer dipaksa mundur akibat pemberontakan internal.

Pengumuman Jumat sudah menjadi kesimpulan yang dapat diprediksi setelah Burnham memperoleh nominasi dari 379 dari 403 anggota parlemen Partai Buruh di House of Commons.

Dalam pidato pertamanya sebagai pemimpin, Burnham berjanji melayani "orang-orang dan tempat yang sudah terlalu lama menunggu politik untuk memberi mereka harapan lagi."

Ia menegaskan, "Kami akan mengembalikan harapan mereka. Saya siap."

Burnham juga berjanji mengakhiri perselisihan faksi di partai. "Kami tidak akan mengalahkan sayap kanan baru Inggris jika kami terpecah belah oleh pertikaian internal," ujarnya.

Langkah Menuju Downing Street

Burnham telah menjadi calon perdana menteri selama berminggu-minggu, sejak memenangkan kursi parlemen dalam pemilihan sela sebulan lalu. Namun, ia belum banyak mengungkapkan prioritas kebijakannya.

Dalam pidatonya, ia menjanjikan "harapan di setiap hati" dan "pertumbuhan yang baik di setiap kode pos" dengan mentransfer kekuasaan dari pemerintah pusat di London ke pemimpin lokal di kota dan daerah.

"Kami akan mengambil kembali kekuasaan dari Westminster dan Whitehall dan memberikannya ke tempat Anda tinggal," katanya.

Gaya Kepemimpinan Berbeda

Burnham membawa gaya kepemimpinan yang lebih santai dibandingkan Starmer yang agak kaku. Ia dianggap sebagai salah satu komunikator terbaik Partai Buruh.

Namun, ia menghadapi banyak masalah yang sama seperti pendahulunya, termasuk ekonomi yang lamban, tekanan biaya hidup akibat perang di Ukraina dan Timur Tengah, serta layanan publik yang kelebihan beban.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot