Presiden Prabowo Subianto berencana membangun sedikitnya 30 pabrik etanol nasional, bahkan hingga 50 pabrik.
Langkah ini diambil untuk mengejar penerapan mandatori bahan bakar minyak dengan campuran 20% etanol atau E20.
>>> Nabiyla Risfa Izzati Lulusan Mana? Jejak Pendidikan Dosen UGM yang Viral
Keputusan itu disampaikan Prabowo dalam acara panen raya serentak di 43 titik di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Prabowo mengatakan Indonesia saat ini telah mampu melakukan pencampuran bensin dengan etanol 10% atau E10. Namun, berdasarkan paparan yang diterimanya, Indonesia dinilai mampu langsung menargetkan implementasi E20.
"Dan hari ini saya dipaparkan, dikasih lihat tadi—saya minta maaf tadi saya lama melihat pameran—itu ada tadi sudah mulai kita mampu menuju E10, etanol 10.
Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10% etanol," ujar Prabowo.
>>> Rakin Khan Kerja Apa? Ini Profil dan Biodata Pria yang Digosipkan Jadi Pacar Baru Fuji
"Tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20. Butuh pabrik, tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik.
Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik etanol, kalau perlu sampai 50 pabrik," kata Prabowo mengutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (18/7/2026).
Prabowo juga membandingkan perkembangan bioetanol Indonesia dengan negara lain.
>>> 100+ Nama Panggilan Sayang untuk Pacar 2026, Bikin Hubungan Makin Manis
Ia menyebut India telah menerapkan E20, sementara Brasil bahkan telah menggunakan E100 atau bahan bakar berbasis etanol murni.

