Kelompok Houthi, milisi Yaman yang didukung Iran, mengancam akan memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi.
Ancaman ini disampaikan sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai pengepungan terhadap ibu kota Yaman, Sana'a.
>>> Harga Cincin Juara Piala Dunia 2026 untuk Spanyol: Detail dan Keistimewaannya
Juru bicara Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah video yang diunggah di akun X pada Senin (21 Juli 2026), menyatakan larangan terhadap kapal-kapal Saudi akan berlaku segera.
Blokade ini membahayakan aliran jutaan barel minyak melalui Laut Merah.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman langsung merespons.
>>> 3 Link Nonton Film The Odyssey Sub Indo, Simak Sinopsisnya
Juru bicara koalisi, Turki Al-Malki, dalam unggahan di X pada hari yang sama, mengatakan bahwa langkah-langkah operasional telah diambil untuk melindungi kapal-kapal di Selat Bab el-Mandeb.
"Semua ancaman Houthi terhadap kapal-kapal yang melintas akan ditangani dengan cepat dan tegas," tegas Al-Malki.
>>> AS Lanjutkan Serangan ke Iran Malam ke-10, Target Lumpuhkan Selat Hormuz
Kelompok Houthi, yang berasal dari klan Yaman utara, telah menguasai Sana'a sejak 2014 dan memicu perang saudara yang melibatkan Arab Saudi serta negara-negara Timur Tengah lainnya.
