Dunia game global diguncang kabar besar: Electronic Arts (EA) kini resmi dimiliki Arab Saudi.
Melalui konsorsium yang dipimpin Public Investment Fund (PIF), akuisisi senilai 55 miliar dolar AS (sekitar Rp990 triliun) selesai pada Selasa, 4 Agustus 2026.
>>> Cara Daftar Upacara 17 Agustus 2026 di Istana via HP, Ini Link Resminya
Meski melibatkan Silver Lake dan Affinity Partners, Arab Saudi menguasai 93,4% saham EA.
Transaksi ini menjadi leveraged buyout terbesar sepanjang masa, dengan EA menanggung utang 20 miliar dolar AS (Rp360 triliun).
EA Kini Perusahaan Swasta
Sejak akuisisi rampung, saham EA resmi dihapus dari bursa Nasdaq.
Perusahaan yang sebelumnya publik kini menjadi entitas swasta sepenuhnya.
Andrew Wilson, CEO sekaligus Chairman EA, menyambut perubahan ini dengan optimisme.
Ia menyebut babak baru ini akan membawa investasi berani dan inovasi untuk generasi berikutnya game.
>>> Vin Diesel Emosional Usai Baca Naskah Fast Forever
EA menegaskan kepemilikan baru membawa modal jangka panjang dan dukungan strategis untuk bersaing di era AI, cloud gaming, dan metaverse.
Peran Jared Kushner
Jared Kushner, menantu mantan Presiden AS Donald Trump, mencuat dalam kesepakatan ini.
Meski hanya pemain minoritas, Kushner diyakini berperan krusial dalam merancang dan menutup transaksi.
PIF Saudi pernah mengucurkan 2 miliar dolar AS ke Affinity Partners milik Kushner.
Kushner juga pernah menjabat sebagai utusan diplomatik AS untuk Timur Tengah.
Keterlibatannya membuat industri game kini tertarik ke pusaran geopolitik tingkat tinggi.
>>> KPop Demon Hunters Melesat ke Top 5 Netflix Global Pekan ke-59
Analis menilai aliansi ini memberi EA perlindungan regulasi di AS, terutama di tengah pengawasan ketat pasca-akuisisi Microsoft atas Activision Blizzard.
