Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positif pada perdagangan Selasa (22/7/2026). Indeks ditutup menguat 1,74% ke level 6.340,02.
Kenaikan ini mengukuhkan penguatan IHSG selama sembilan hari beruntun. Dalam periode tersebut, indeks melesat hampir 8% point-to-point.
>>> Trump Izinkan Penerbangan AS ke Lebanon untuk Pertama Kali Sejak 1985
Meski demikian, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru menjadi pemberat atau laggard. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), berikut 10 saham yang paling membebani IHSG pada perdagangan kemarin.
Saham Pemberat IHSG
Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menjadi pemberat terbesar dengan mengurangi bobot IHSG sebesar 1,03 poin.
Disusul oleh PT Film Indonesia Tbk (FILM) yang mengurangi 0,72 poin, dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) sebesar 0,60 poin.
>>> AS Habiskan Rp671 Triliun Selama Perang dengan Iran
Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) juga masuk dalam daftar dengan mengurangi 0,54 poin.
Berikutnya PT Digital Network Tbk (DNET) sebesar 0,45 poin dan PT RISE Tbk (RISE) sebesar 0,43 poin.
>>> MUI Sarankan Zakat Jadi Kredit Pajak, Ini Respons Ditjen Pajak
PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengurangi 0,38 poin, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 0,31 poin, PT United Tractors Tbk (UNTR) 0,30 poin, dan PT Alkindo Naratama Tbk (ALII) 0,21 poin.
