unique visitors counter
⌂ Beranda News Tembok Abu-abu Piala Dunia: Turnamen Tinggalkan Warga Miskin

Tembok Abu-abu Piala Dunia: Turnamen Tinggalkan Warga Miskin

Tembok Abu-abu Piala Dunia: Turnamen Tinggalkan Warga Miskin
Ilustrasi: Tembok Abu-abu Piala Dunia: Turnamen Tinggalkan Warga Miskin
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Situasi itu persis seperti film dokumenter 'Sanggye-Dong Olympic' karya Kim Dong-won tahun 1988, yang mengisahkan penggusuran paksa warga miskin di Sanggye-dong menjelang Olimpiade Seoul.

Praktik serupa terus berlanjut.

Menjelang Asian Games Incheon 2014, pedagang kaki lima di Pungmul Street, Incheon barat, menerima surat penggusuran mendadak untuk proyek penghijauan kota.

alt mid

Hingga kini, banyak warga Korea masih kehilangan hak perumahan di bawah proyek pembaruan kota dan 'New Town'.

Proses ini telah berulang kali menimbulkan tragedi, termasuk Bencana Yongsan dan kebakaran berulang di Kampung Guryong.

Sebulan meliput Piala Dunia di Amerika Utara menjadi pengingat akan luka sosial bersama.

alt mid

>>> Polisi Tingkatkan Pengawasan Penimbunan BBM Imbas Motor Thunder Modifikasi

Baik di Monterrey maupun Seoul, perayaan terbesar bangsa sering kali menuntut pengorbanan yang sama: mendorong yang paling rentan keluar dari panggung agar pesta terus berlangsung tanpa gangguan.

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru
stikibot