unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Dari Abu Kebakaran Menjadi Ikon Arsitektur, Kuil Inwol di Gangneung Mendunia
Lifestyle

Dari Abu Kebakaran Menjadi Ikon Arsitektur, Kuil Inwol di Gangneung Mendunia

Kuil Inwol di Gangneung dengan dinding berwarna-warni
Dari Abu Kebakaran Menjadi Ikon Arsitektur, Kuil Inwol di Gangneung Mendunia
A A Ukuran Teks16px

Sebuah dinding dengan balok-balok warna cerah menyita perhatian siapa pun yang melihatnya.

Dinding itu bukan milik galeri seni, melainkan bagian dari Kuil Inwol di Gangneung, Provinsi Gangwon, Korea Selatan.

Pada bulan Maret lalu, kuil ini menarik perhatian internasional setelah memenangkan WA Award dari World Architecture Community. Publik pun menyebutnya sebagai contoh 'Buddhisme yang trendi'.

Kuil yang Tidak Seperti Biasa

Kuil Inwol dirancang sebagai bangunan tunggal berbentuk bulan sabit, meniru lengkung alis Buddha. Arsitek menyatukan ruang doa dan pusat meditasi dalam satu struktur dengan lobi di tengahnya.

Atapnya mengikuti lengkungan yang tidak beraturan, dirancang untuk menyatu dengan lanskap sekitarnya. Dinding khas berwarna-warni itu disebut 'Dinding Indra'.

Balok-balok warna tersebut membentuk layar seperti jaring yang melambangkan Jaring Indra, konsep Buddhis tentang keterhubungan semua makhluk.

Dinding ini juga merupakan interpretasi kontemporer dari dancheong, lukisan dekoratif tradisional Korea.

Lubang-lubang pada balok memungkinkan cahaya dan angin masuk. Secara simbolis, lubang itu berarti melepaskan sedikit warna diri untuk berkomunikasi lebih bebas dengan dunia.

Di depannya terdapat kolam bernama 'Cermin Karma'. Sebelum memasuki area kuil, pengunjung diajak bercermin di air untuk merenung.

Bagi pengunjung pertama kali, kuil ini mungkin tampak sederhana dibandingkan kuil kuno Korea yang megah. Namun, Kuil Inwol memberi penghargaan bagi mereka yang mengeksplorasi dengan perlahan.

Saat berjalan menyusuri Dinding Indra, pola dinding berubah seiring arah pandang. Dari kejauhan tampak rapi, tetapi dari dekat terlihat tekstur kasar beton dengan lekukan dan penyok.

Bagian dalam kuil justru tenang, dengan para biksu yang melantunkan doa di depan patung Buddha.

📰 Update Terbaru