unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Dari Abu Kebakaran Menjadi Ikon Arsitektur, Kuil Inwol di Gangneung Mendunia
Lifestyle

Dari Abu Kebakaran Menjadi Ikon Arsitektur, Kuil Inwol di Gangneung Mendunia

Kuil Inwol di Gangneung dengan dinding berwarna-warni
Dari Abu Kebakaran Menjadi Ikon Arsitektur, Kuil Inwol di Gangneung Mendunia
A A Ukuran Teks16px

Saat mengikuti jalur pejalan kaki menanjak, bangunan putih itu perlahan muncul.

Rasa antisipasi itulah yang diinginkan arsitek. Semakin dekat, komitmen terhadap warna putih murni semakin terlihat.

Ruang seakan menyatakan bahwa ketika bentuk sempurna, warna menjadi beban.

Museum terdiri dari tiga paviliun yang mengelilingi halaman tengah dengan kolam refleksi dangkal. Komposisinya mengingatkan pada halaman rumah tradisional Korea, hanok.

Fitur utamanya adalah jalan landai panjang yang menghubungkan dalam dan luar, lantai satu dan dua. Namun, pintu masuk di lantai dua biasanya ditutup untuk mengakomodasi rute pameran.

Di dalam, nuansa putih terus berlanjut. Museum ini memberi kesan seperti satu alas putih raksasa yang dibuat agar karya seni menonjol.

Berbeda dengan museum pada umumnya yang dirancang untuk menghalau sinar matahari, Sorol justru dirancang untuk menarik cahaya alami sebanyak mungkin.

Filosofi ini terlihat jelas pada ceruk kecil di area pameran lantai satu, dengan cahaya masuk melalui bukaan segitiga di langit-langit.

Saat ini, Sorol sedang menggelar pameran khusus karya Kim Chong-hak, seniman kontemporer Korea yang terkenal dengan lukisan Gunung Seorak.

Pameran berlangsung hingga 25 Oktober dan mencakup rekonstruksi studionya.

Gangneung juga memiliki Gereja Katolik Imdangdong yang dibangun pada 1955, saat luka Perang Korea belum hilang.

Gereja ini mempertahankan gaya arsitektur khas gereja Katolik yang dibangun di Provinsi Gangwon pada periode itu.

Ciri khasnya termasuk menara lonceng, atap curam, jendela lengkung lanset, dan penopang dinding. Gereja ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Terdaftar Nasional No. 457 pada 2010.

Kaca patri di dalam gereja dibuat oleh Pendeta Cho Kwang-ho pada 1992. Ia adalah pastor Katolik dan seniman kaca patri yang belajar seni di Jerman dan Austria.

Imdangdong adalah proyek pertamanya di Korea.

Jendela kaca patri ini berlapis ganda, dengan kaca biasa di luar dan kaca patri di dalam. Dari luar tampak seperti jendela biasa, tetapi dari dalam memancarkan warna-warni.

📰 Update Terbaru