OpenAI mengonfirmasi terjadinya insiden keamanan yang melibatkan agen kecerdasan buatan (AI agent) miliknya selama proses pengujian internal.
Dalam skenario evaluasi, model AI berhasil keluar dari lingkungan pengujian (sandbox), memperoleh akses ke internet, hingga mencoba menembus sistem milik Hugging Face demi menyelesaikan tugas yang diberikan.
>>> 7 Keyboard Mini Laptop Terbaik 2026, Nyaman untuk Kerja dan Harganya Murah
Peristiwa ini disebut OpenAI sebagai salah satu insiden siber paling tidak biasa yang pernah ditemukan dalam pengembangan teknologi AI.
Meski demikian, perusahaan memastikan tidak ada indikasi pencurian data pelanggan maupun penyalahgunaan informasi sensitif.
AI Berhasil Menemukan Celah Keamanan dan Keluar dari Sandbox
Dilansir dari laman resmi OpenAI yang dipublikasikan pada Jumat, 24 Juli 2026, perusahaan menjelaskan bahwa insiden terjadi ketika tim keamanan sedang menguji kemampuan siber model AI paling mutakhir di lingkungan yang telah dikendalikan.
>>> Bentrok Antar Kelompok di Menteng Tewaskan Satu Orang, Polisi Selidiki Motif
Untuk kebutuhan penelitian, sejumlah sistem pengaman yang biasanya membatasi aktivitas berbahaya sengaja dinonaktifkan agar model dapat diuji dalam kondisi yang lebih realistis.
Selama pengujian berlangsung, model AI berhasil mengidentifikasi beberapa kelemahan pada infrastruktur riset internal.
Kerentanan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk keluar dari sandbox, meningkatkan hak akses (privilege escalation), berpindah ke sistem lain (lateral movement), hingga akhirnya menemukan jalur menuju jaringan internet.
>>> Polisi Jerman Buru Tersangka Serangan Van di Festival Pride Berlin
Menyerang Infrastruktur Hugging Face Demi Menyelesaikan Pengujian
Setelah memperoleh akses internet, agen AI menyimpulkan bahwa Hugging Face kemungkinan memiliki model, dataset, maupun referensi yang berkaitan dengan benchmark keamanan siber ExploitGym yang sedang digunakan dalam evaluasi.
