Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan alasan penghentian operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan.
Menurutnya, operasi dinyatakan tidak efektif meski beberapa korban masih hilang. Keputusan ini diambil bersama keluarga korban.
"Beberapa korban memang statusnya dinyatakan hilang.
Itu keputusan diambil bersama karena memang sudah dinyatakan tidak efektif untuk operasi dilaksanakan," ujar Syafii, Rabu (29/07/2026).
Syafii tidak menutup kemungkinan operasi lanjutan jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Basarnas resmi menutup operasi pada Jumat (24/07/2026) terhadap 14 orang korban yang masih hilang. KM Nurul Salsa tenggelam pada 15 Juli 2026.