Kilang tersebut memproduksi 400.000 barel per hari. Diperkirakan butuh beberapa hari untuk diperbaiki.
Selat Hormuz dan Upaya Mediasi
Selat Hormuz telah menjadi titik api utama dalam konflik.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengatakan negaranya menolak proposal dari Oman untuk mengelola lalu lintas kapal secara bersama.
Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Kazem Gharibabadi mengatakan proposal Oman mencakup pembagian selat menjadi dua jalur.
Iran menawarkan kontraproposal dengan rencana sementara untuk transit kapal melalui perairan teritorialnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan Teheran adalah agar selat itu "tidak pernah kembali ke situasi sebelum perang," ketika kapal bergerak bebas.
Sebelum letusan terbaru, mediator menyatakan optimisme untuk membawa AS dan Iran kembali ke meja perundingan. Kesepakatan sementara gagal dalam beberapa minggu terakhir karena pertempuran baru di Selat Hormuz.
Seorang pejabat regional mengatakan mediator "masih mencoba dengan kedua belah pihak" untuk memulihkan ketenangan dan gencatan senjata. Ia tidak memberikan rincian tentang kemajuan.
Negara-negara regional akan terus mendorong de-eskalasi, kata seorang pejabat Arab, seraya menambahkan bahwa prospek mediasi yang berhasil tipis karena kedua belah pihak terus melancarkan serangan.
"Kami berada di tempat yang sangat buruk sekarang," kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim untuk menggambarkan penilaian internal situasi.
>>> The Fed Tahan Suku Bunga, Tiga Anggota Dorong Kenaikan
Permusuhan baru mendorong harga minyak melonjak. Brent crude, standar internasional, melonjak 7,3 persen menjadi $88,093 per barel.
