Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meluas hingga sekitar 520 hektare hingga Minggu (9/8/2026).
Kementerian Kehutanan menyatakan luas areal terdampak masih akan terus diperbarui melalui verifikasi dan pemantauan.
Tim pemadaman bekerja melalui dua jalur, yaitu udara dengan water bombing dan pasukan darat.
Tiga helikopter dikerahkan untuk menjangkau titik api di lereng yang sulit dijangkau pasukan darat.
Pasukan darat melakukan pemadaman langsung sekaligus membuat sekat bakar untuk mencegah penjalaran api.
Sementara itu, modifikasi cuaca dipastikan belum bisa dilakukan dalam 10 hari ke depan.
Menteri Kehutanan Raja Juli telah memerintahkan penutupan sementara kawasan Bromo untuk mengantisipasi potensi kebakaran di lokasi lain.