Setiap kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda, persoalan yang langsung dirasakan warga adalah udara. Asap karhutla terhirup masyarakat dan tidak sedikit yang terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) karenanya.
Di tengah situasi itu, air purifier menjadi perangkat yang banyak dicari — tujuannya satu: memperoleh udara yang lebih baik saat dihirup. Bagaimana alat ini bekerja?
Kipas, Filter, lalu Udara Bersih
Mengutip penjelasan Sharp yang dikutip Kilat.com, fungsi utama air purifier adalah membersihkan udara, dan caranya tergolong sederhana. Alat ini berbentuk seperti kipas yang menyedot udara di sekitarnya.
Udara yang tersedot diteruskan ke filter di bagian belakang perangkat, tempat penyaringan terjadi. Hasilnya — udara yang sudah tersaring — lalu disalurkan keluar lewat bagian depan.
Bukan Cuma Debu
Kotoran yang disaring tidak terbatas pada debu saja. Serbuk sari dan asap rokok termasuk di antara kotoran udara yang disaring perangkat ini.
Satu hal yang kerap disalahpahami: udara yang keluar dari air purifier memang terasa lebih dingin dan sejuk, tetapi alat ini bukan pendingin ruangan. Cara kerjanya berbeda dari AC karena fokusnya menyaring udara.
Itulah cara kerja air purifier yang penggunaannya meningkat setelah karhutla melanda beberapa wilayah di Indonesia.