>>> BenQ MOBIUZ EX271QMZ Resmi Hadir, Monitor Gaming QD-OLED 240Hz
Bagian kedua didedikasikan untuk 'The Rite of Spring' karya Stravinsky.
Latry berharap program ini dapat mengubah asumsi tentang organ, karena suara yang berkelanjutan menjadi lebih perkusif, hampir melawan sifat aslinya.
Ia memuji organ sebagai instrumen yang sangat serbaguna.
Lee menjelaskan bahwa dalam 'The Rite of Spring', tangan mengubah stop dan mengontrol swell box, sementara pedal menghasilkan dorongan ritmis dan efek perkusif.
Kepulangan yang Bermakna
Bagi Lee, kepulangan ini memiliki makna mendalam.
Setelah seperempat abad di luar negeri, ia menyebut Korea sebagai 'base camp'-nya, di mana sesendok gochujang dapat memulihkan keberaniannya.
Latry mengaku bahwa berada di Korea, negara Lee, membuat konser ini lebih istimewa.
Pasangan ini melihat dunia organ Korea sebagai sesuatu yang dinamis dan menjanjikan secara internasional, tetapi terkendala oleh sedikitnya organ pipa.
Latry menyoroti vitalitas sekolah organ Korea, dengan banyak siswa Korea yang memenangkan kompetisi internasional.
Lee menambahkan bahwa kurangnya budaya organ gaya Eropa di Korea justru dapat membuka panggung yang lebih luas bagi pemain dan repertoar yang beragam.
Keduanya menekankan perlunya lebih banyak organ pipa di gedung konser.
>>> Kakek Buyut Ha Young Diduga Pro-Jepang, Agensi Minta Maaf
Latry menegaskan pentingnya setiap gedung konser memiliki organ, sementara Lee mengingatkan bahwa organ elektronik tidak dapat meniru kedalaman sonik dan resonansi instrumen asli.
