Seperti pada filmnya yang mengandalkan berbagai fenomena poltergeist, pementasan Paranormal Activity ini juga menghadirkan berbagai insiden 'poltergeist'.
Bukan cuma itu, pementasan ini juga menghadirkan sejumlah 'penampakan'.
Namun yang membuat banyak penonton ketakutan melihat pementasan ini adalah sifat 'gangguan gaib' di atas panggung yang tak bisa ditebak.
Variety menyebut, melalui tata cahaya yang cerdas, suara, dan trik visual, pertunjukan ini memaksa penonton untuk terus waspada terhadap kemunculan sekilas sosok hantu atau kejadian-kejadian mistis.
Produser asli film Paranormal Activity yang juga terlibat dalam pementasan ini, Jason Blum, mengakui semula menaruh ekspektasi yang rendah akan kesuksesan Paranormal Activity versi teater.
Menurut Blum, lebih mudah mewujudkan kengerian ala Paranormal Activity dalam medium film.
Sementara untuk medium pementasan teater, trik yang digunakan pada film seperti dari kamera, suara, atau efek khusus, tidak bisa digunakan.
"Kau tidak bisa memaksa orang untuk melihat ke arah tertentu.
Cara terbaik untuk menciptakan rasa takut adalah saat penonton sedang melihat satu hal, lalu kejutan menakutkan muncul dari arah lain; hal ini sangat sulit dilakukan di panggung," kata Blum.
Setelah sukses dengan teater Paranormal Activity, sutradara Felix Barrett dan tim kreatif memiliki gagasan besar lainnya untuk menghadirkan horor bagi penonton di panggung.
"Tentu saja, ada judul-judul lain yang ingin kami garap," ujar Barrett.
"Ini terasa seperti awal mula sub-genre teater baru, di mana penonton bisa melakukan interaksi tanya-jawab dan menjadi bagian darinya.
>>> Film 'The Journey to Gyeong-ju': Perjalanan Balas Dendam yang Mengharukan
Mereka bisa secara bebas dan lantang menyuarakan apresiasi mereka terhadap kengerian yang tersaji."
