Desainer tidak bisa pakai gambar AI untuk presentasi klien, kreator media sosial harus edit manual untuk menghilangkan logo, dan developer enggan integrasi API karena output "tidak siap pakai".
Faktanya, siapa pun yang benar-benar ingin menghapus watermark sudah bisa melakukannya dengan cropping atau inpainting AI sehingga keberadaan watermark visual tidak efektif mencegah penyalahgunaan, tapi sangat mengganggu penggunaan sah.
Dengan pendekatan baru ini, Google menemukan keseimbangan ideal: konten bersih untuk kreator dan jejak verifikasi untuk keamanan dan regulasi.
>>> WhatsApp Rilis 3 Fitur Baru untuk Grup, Termasuk Polling Berbatas Waktu dan @all
Pengecualian: Tidak Berlaku di Negara dengan Aturan Ketat
Google menegaskan bahwa opsi ini tidak akan tersedia di negara-negara yang secara hukum mewajibkan watermark terlihat pada konten AI seperti beberapa yurisdiksi di Uni Eropa yang telah menerapkan aturan ketat berdasarkan EU AI Act.
