Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI, pedagang bendera musiman di sejumlah daerah mengeluhkan sepinya pembeli.
Salah satunya dialami Vera (51) yang berjualan di Jalan H Nawi, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
>>> X-Men MCU: Adam Driver Mister Sinister, Rilis 2028, Ini Pemerannya
Vera mengaku pendapatannya turun hingga 60 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini sudah dirasakannya sejak tiga tahun terakhir.
Biasanya, pada H-3 sebelum 17 Agustus, ia bisa meraup Rp1 juta per hari. Namun kini, omzet Rp500 ribu pun sulit tercapai.
Sepinya pembeli membuat Vera memperpanjang waktu berjualan.
Jika sebelumnya ia tutup sore hari, kini lapaknya buka lebih pagi dan baru ditutup sekitar pukul 20.00 WIB.
>>> Trailer Kedua Avengers: Doomsday Rilis, Doctor Doom Tantang Thor dan Pasukan Marvel
Vera menduga lesunya penjualan disebabkan ekonomi yang sedang lemah dan menurunnya daya beli masyarakat. Selain itu, maraknya penjualan bendera secara online juga menjadi faktor.
Ia mulai berjualan sejak 1 Juli 2026 dan berencana berhenti pada 16 Agustus 2026.
Stok dagangan yang dibawa dari Garut masih banyak, namun ia berharap H-1 ada keajaiban agar setengah dagangannya laku.
Keluhan Serupa di Pamulang
Keluhan serupa juga disampaikan Herman (62), pedagang bendera musiman di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten. Lapaknya masih penuh dengan pernak-pernik kemerdekaan.
>>> Trailer VisionQuest: Ultron Kembali, Misteri Anak Vision Terungkap
Pria asal Tasikmalaya itu mengaku penjualannya berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini semakin terasa saat memasuki pertengahan Agustus, ketika permintaan biasanya mulai ramai.

