unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Studio Animasi Korea Gaet Aktor Layar Lebar untuk Isi Suara Karakter
Hiburan

Studio Animasi Korea Gaet Aktor Layar Lebar untuk Isi Suara Karakter

Aktor Korea mengisi suara untuk film animasi
Studio Animasi Korea Gaet Aktor Layar Lebar untuk Isi Suara Karakter
A A Ukuran Teks16px

Aktor papan atas Korea seperti Kim Hyang-gi, Park Bo-gum, Jung Hae-in, dan Kang Ha-neul kini banyak mengisi suara untuk film animasi.

Fenomena ini mengubah cara studio animasi lokal memasarkan karya orisinal mereka.

Jung Hae-in akan mengisi suara untuk film animasi Korea berjudul "Gill" yang dijadwalkan tayang pada 9 September.

Film ini diadaptasi dari novel karya Gu Byeong-mo, mengisahkan Gon, seorang anak yang tiba-tiba memiliki insang saat tercebur ke air dalam.

Selain Jung, pengisi suara lain termasuk Kang Ha-neul, Lee Chung-ah, Yoo Jae-myung, dan Kim Sun-young.

Sebelumnya, Kim Hyang-gi, Park Ji-hu, dan Lee Joo-young menjadi pengisi suara utama untuk film animasi "Pilgrims" yang tayang Juni lalu.

Pada Juli, Park Bo-gum mengisi suara protagonis dalam film animasi "David" yang berhasil menarik perhatian dan memuncaki box office khusus.

Daya Tarik Aktor untuk Pemasaran

Pemilihan aktor terkenal menjadi alat promosi yang efektif.

Berbeda dengan kartun Hollywood atau anime Jepang, film animasi Korea orisinal tidak memiliki waralaba global atau basis penggemar yang mapan.

Karena itu, studio mengandalkan aktor terkenal untuk memberi alasan bagi penonton membeli tiket. Popularitas aktor arus utama sering menjadi strategi pemasaran utama proyek.

Studio juga menggunakan ketenaran aktor untuk menjangkau demografi yang lebih luas. Animasi biasanya dianggap untuk anak-anak dan keluarga, tetapi kehadiran aktor terkenal dapat menarik penonton dewasa.

Seorang pejabat industri film mengatakan, "Dengan pasar animasi Korea yang belum sepenuhnya berkembang, partisipasi aktor yang sangat dikenal membantu membuat karya ini dikenal.

Ini bisa menjadi peluang untuk mengatasi keterbatasan yang berpusat pada penonton anak-anak."

Namun, strategi ini tidak menjamin kesuksesan box office. Membangun antisipasi sebelum rilis dan mendorong penonton ke bioskop adalah dua tantangan yang berbeda.

"Pilgrims" dan "David" berhasil menciptakan buzz awal, tetapi akhirnya kesulitan mempertahankan momentum komersial. Kedua film menghadapi kombinasi kurangnya layar bioskop dan kendala genre niche, sehingga penjualan tiket mengecewakan.

Kritik dari Pengisi Suara Profesional

Tren ini juga memicu perdebatan sengit. Kritikus berpendapat bahwa aktor layar lebar merambah wilayah pengisi suara profesional.

Pengisi suara adalah keahlian khusus yang membutuhkan pelatihan bertahun-tahun.

Mereka harus menguasai kontrol napas, timbre vokal, dan resonansi emosional agar sesuai dengan karakter, sambil menyinkronkan dialog dengan gerakan animasi.

Seiring studio semakin banyak memberikan peran utama kepada aktor live-action demi pengakuan arus utama, orang dalam industri memperingatkan bahwa pengisi suara berpengalaman kehilangan posisi mereka.

Menemukan keseimbangan antara daya tarik selebriti dan keahlian teknis pengisi suara menjadi tantangan kritis bagi industri.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru