unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Dari Hutan Ajaib sampai Sawit di Kalimantan: 4 Film Animasi tentang Krisis Hutan dan Perjuangan Satwanya
Hiburan

Dari Hutan Ajaib sampai Sawit di Kalimantan: 4 Film Animasi tentang Krisis Hutan dan Perjuangan Satwanya

Dari Hutan Ajaib sampai Sawit di Kalimantan: 4 Film Animasi tentang Krisis Hutan dan Perjuangan Satwanya
Cuplikan film Pom Poko produksi Studio Ghibli. • TMDB/Studio Ghibli
A A Ukuran Teks16px

SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Animasi bisa menjadi cara lembut membicarakan topik berat: hutan yang menyusut dan satwa yang kehilangan rumah. Empat film berikut mengangkatnya dari sudut berbeda — dari pembangunan yang menggeser habitat, sampai kebakaran dan deforestasi yang memisahkan orang utan dari keluarganya.

Ketika Pembangunan Menggeser Habitat: Pom Poko (1994)

Dalam film Studio Ghibli ini, sekelompok tanuki — satwa folklor Jepang yang bisa berubah wujud — kehilangan ruang hidup dan sumber pangan setelah hutan mereka dijadikan permukiman baru. Mereka melawan dengan menyamar dan menakut-nakuti manusia, meski perubahan lingkungan tak sepenuhnya terbendung. Sebuah kritik terhadap pembangunan yang mengabaikan satwa.

Ketika Hutan Terbakar dan Dibuka: Ozi: Voice of the Forest (2024) dan Savages (2024)

Ozi, orang utan muda, terpisah dari orang tuanya karena kebakaran hutan dan deforestasi. Di tempat perlindungan satwa ia belajar bahasa isyarat, lalu memakai popularitasnya di media sosial untuk menyuarakan perlindungan hutan dan menguak penyebab kerusakan habitatnya. Sementara itu Savages, film stop-motion karya Claude Barras berlatar hutan tropis Kalimantan, berkisah tentang Kéria yang menyelamatkan bayi orang utan Oshi dari perkebunan kelapa sawit tempat ayahnya bekerja; bersama sepupunya Selaï yang berlindung dari konflik masyarakat adat versus perusahaan penebangan kayu, ia berjuang mempertahankan hutan leluhurnya — perjalanan yang sekaligus mendekatkannya pada asal-usul keluarganya.

Ketika Hutan Menyimpan Dunia yang Terancam: Wildwood (2026)

Animasi fantasi LAIKA yang diangkat dari novel Colin Meloy (ilustrasi Carson Ellis) ini mengikuti Prue McKeel dan teman sekelasnya Curtis Mehlberg memasuki hutan terlarang di dekat Portland, Oregon, demi mencari adik bayi Prue, Mac, yang dibawa sekawanan gagak. Hutan ajaib itu ternyata menyimpan konflik yang mengancam seluruh dunianya. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada 23 Oktober 2026.

Berbeda pendekatan, satu pesan: keempat film ini dapat menjadi pintu masuk mengenalkan isu lingkungan kepada anak-anak maupun orang dewasa — karena menjaga hutan bukan sekadar mempertahankan kawasan hijau, melainkan melindungi keanekaragaman hayati dan keberlangsungan hidup makhluk di dalamnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru