Netflix digugat grup musik metal asal Amerika Serikat, Demon Hunter, terkait penggunaan nama film animasi KPop Demon Hunters untuk rencana tur konser.
Gugatan dilayangkan ke Pengadilan Federal California. Promotor konser AEG Presents juga ikut diseret dalam kasus pelanggaran hak cipta dan merek dagang ini.
Band yang terbentuk sejak 2000 itu menyoroti rencana tur KPop Demon Hunters yang merupakan kerja sama Netflix dan AEG.
Tur tersebut dikabarkan mulai bergulir pada 2027.
Menurut tim hukum Demon Hunter, penggunaan nama itu berpotensi memicu kebingungan publik dan mengancam reputasi band di industri musik.
"Secara sederhana, Netflix tidak berhak menggunakan merek KPOP DEMON HUNTERS, sebagaimana mereka juga tidak berhak meluncurkan artis rekaman, pertunjukan tur langsung, dan merchandise dengan merek KPOP METALLICA, KPOP U2, atau KPOP BLACK SABBATH," tegas mereka dalam dokumen gugatan.
Demon Hunter mengaku kekacauan sudah mulai terjadi setelah pengumuman tur dirilis.
Mereka sempat menerima permintaan refund dari orang tua yang tak sengaja membeli tiket konser band mereka karena mengira itu pertunjukan KPop Demon Hunters.
Selain itu, produser acara Inside Edition juga menghubungi mereka untuk mewawancarai penulis lagu film garapan Netflix tersebut.
Merasa tindakan para tergugat memicu krisis eksistensial, band yang berencana menggelar tur AS pada Oktober mendatang ini memilih menempuh jalur hukum.
Dalam tuntutannya, Demon Hunter meminta hakim melarang penggunaan nama KPop Demon Hunters dalam produk musik, merchandise, maupun promosi konser.
Mereka juga menuntut ganti rugi finansial yang besarnya akan ditentukan di persidangan.
Kesuksesan Film KPop Demon Hunters
KPop Demon Hunters merupakan film animasi yang tayang di Netflix pada Juni 2025. Film ini mengisahkan grup K-pop yang diam-diam memburu iblis.
Animasi ini menjadi fenomena global dan menjadi film paling banyak ditonton dalam sejarah platform tersebut. Dua piala Oscar berhasil diraih untuk kategori Best Animated Feature dan Best Song.
Kesuksesan itu mendorong Netflix menggandeng AEG pada Mei lalu untuk menggarap proyek tur konser bertema film tersebut.
Menanggapi gugatan, Netflix menegaskan klaim band asal Seattle itu tidak beralasan. Raksasa hiburan ini siap menghadapi proses hukum dan membela diri secara agresif di pengadilan.
Sementara itu, pengacara Demon Hunter, John Tehranian dari firma One LLP, menolak memberikan keterangan lebih lanjut terkait gugatan yang berjalan.