Kuasa hukum Diana Pungky, Vidi Galenso, membeberkan pemicu utama kliennya melaporkan mantan asisten pribadi sekaligus kepala rumah tangga, Yulia atau YS, ke Polda Metro Jaya pada awal Juli 2026.
Dugaan penggelapan dana selama hampir sembilan tahun serta keputusan YS mengundurkan diri secara mendadak tanpa pamit menjadi alasan mendasar di balik langkah hukum tersebut.
>>> Insidious Out of the Further: Ada Adegan Post-Credit, Ini Bocorannya
Komunikasi Terputus dan Kehilangan Kepercayaan
Vidi menjelaskan bahwa Diana sempat berupaya membangun komunikasi dengan YS untuk menyelesaikan masalah secara internal.
Namun, tidak adanya kepastian dan kejelasan dari pihak terlapor membuat hubungan kerja yang terbangun lama akhirnya kehilangan rasa saling percaya.
"Sempat dikomunikasikan, tapi kemudian hubungannya jadi sudah tidak ada trust, tidak ada kepercayaan," kata Vidi di Polda Metro Jaya.
Situasi memuncak ketika YS mendadak memutuskan mundur dari pekerjaannya pada 20 Mei lalu.
Alih-alih berpamitan langsung, YS justru pergi dengan menitipkan surat pengunduran diri kepada pekerja rumah tangga lain.
Tak berhenti di situ, YS juga memblokir nomor telepon Diana sehingga keberadaannya sulit dilacak.
"Si terlapor itu resign, mengundurkan diri 20 Mei, tanpa pamit. Hanya kasih surat dan tidak bisa dihubungi lagi oleh Ibu Diana.
Bahkan handphone-nya diblokir," tutur Vidi.
Aksi lepas tangan tersebut memicu kecurigaan hingga pihak Diana memutuskan menelusuri riwayat transaksi keuangan yang pernah ditangani YS.
Dari audit internal bersama bank terkait, mereka menemukan indikasi transaksi mencurigakan yang memanfaatkan fitur mobile banking hingga QRIS tanpa sepengetahuan Diana.
Pihak Diana menduga aksi pengalihan dan penyamaran dana tersebut sudah berlangsung lama serta melibatkan banyak rekening dari berbagai bank.