"Satu-satunya Orang yang Bantuin"
Lebih lanjut, Nikita mengungkapkan alasan emosional dan logis di balik mengapa ia kini merasa berhak menagih uang tersebut. Baginya, pertemanan dan solidaritas diuji pada saat-saat sulit. Ketika nama Giorgio tercoreng akibat kasus narkoba, banyak orang yang mungkin menjauh, namun Nikita memilih untuk tetap ada.
“Di saat lu lagi dalam masalah, Ka Niki satu-satunya orang yang bantuin dan bahkan minjemin lu uang Rp200 juta,” lanjut sang admin mewakili suara Nikita.
Pinjaman Rp200 juta di masa krisis tersebut kini menjadi tagihan yang harus diselesaikan. Nikita, melalui pesannya, meminta Giorgio untuk tidak melupakan budi baik tersebut dan segera melunasi kewajibannya.
“Ka Niki bantuin lu waktu lu lagi susah, tanpa banyak pertimbangan. Jadi sekarang Ka Niki cuma minta satu hal: tolong hargai bantuan yang dulu pernah Ka Niki kasih dan selesaikan utang lu,” pungkas admin Nikita dengan nada yang tegas namun tetap menyisakan ruang untuk negosiasi.
Bagaimana Nasib Sarwendah dan Reaksi Pihak Giorgio?
Kontroversi ini tentu saja memunculkan tanda tanya besar mengenai bagaimana dampak psikologisnya terhadap Sarwendah. Sebagai pasangan yang dikenal harmonis dan jarang tersandung gosip miring, keterlibatan nama Giorgio dalam drama utang-piutang dengan artis sekelas Nikita Mirzani pasti menjadi ujian tersendiri bagi hubungan mereka.
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (23/8/2026), pihak Giorgio Antonio maupun manajemen Sarwendah belum memberikan tanggapan resmi maupun klarifikasi terkait tagihan utang Rp200 juta tersebut.
Publik kini masih menunggu, apakah Giorgio akan segera melunasi utang masa lalunya, atau justru akan ada klarifikasi mengejutkan yang membantah klaim dari balik penjara Nikita Mirzani ini. Kita nantikan saja kelanjutan dari drama selebriti yang satu ini!