Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa negaranya menginginkan perdamaian, tetapi tidak akan menyerah kepada Rusia dengan harga berapa pun.
Pernyataan itu disampaikan dalam pidato penuh tekad pada peringatan Hari Kemerdekaan Ukraina, Senin (24/8).
>>> Aktivitas Seru saat Kemarau: 6 Pilihan Outdoor yang Aman dan Tidak Membosankan
Dalam video yang diunggah di Telegram, Zelenskyy tampil mengenakan kemeja bordir tradisional Ukraina di depan Biara St. Michael di Kyiv, tempat tank-tank Rusia yang hangus dipajang.
"Ukraina benar-benar ingin damai, tetapi tidak siap untuk sekadar menyerah," ujarnya.
Zelenskyy menolak tuntutan Rusia agar Ukraina menyerahkan sisa wilayah Donbas yang belum dikuasai Moskow setelah perang berlangsung 4,5 tahun.
Menurutnya, menyerahkan Donbas tidak akan menghentikan agresi Rusia.
"Kami tidak akan membiarkan mereka merebut inisiatif, menipu Eropa dan seluruh dunia dengan berpikir bahwa kami hanya perlu menyerahkan Donbas dan semuanya akan segera berakhir," tegasnya.
Perayaan Hari Kemerdekaan ke-35 Ukraina itu dihadiri sejumlah pemimpin asing, termasuk Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa.
Burnham dijadwalkan memimpin pertemuan "Koalisi yang Bersedia", kelompok negara pendukung Ukraina, pada hari yang sama.
Kunjungan ini merupakan yang pertama bagi Burnham sebagai perdana menteri ke ibu kota Ukraina.
Situasi di Medan Perang
Perang yang dimulai dengan invasi skala penuh Rusia pada 24 Februari 2022 telah menewaskan ratusan ribu orang dan menghancurkan sebagian besar wilayah Ukraina.
Pembicaraan damai yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang menemui jalan buntu awal tahun ini karena Ukraina menolak tuntutan Rusia untuk menyerahkan lebih banyak wilayah.
>>> Kronologi Kecelakaan Maut Surabaya: ENR Mabuk Tabrak Taksi dan Pikap, Satu Tewas