Negosiator utama Kanada, Dominic LeBlanc, dan timnya menghabiskan waktu berjam-jam di kantor Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, pada Kamis dan Jumat.
Namun, kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan setelah pembicaraan berlanjut hingga Jumat malam.
Tarif terbaru memengaruhi sekitar 5,5 persen barang Kanada yang masuk ke AS, atau sekitar 20 miliar dolar AS, termasuk produk seperti stik hoki dan semen.
Trump menuduh Kanada telah "merampok Amerika Serikat selama bertahun-tahun" dan menegaskan, "Kami tidak butuh Kanada, mereka butuh kami."
Greer mengatakan kepada New York Times bahwa AS menawarkan untuk menghapus tarif 10 persen pada kayu lunak dan mengurangi tarif mobil dari 25 persen.
AS juga siap memotong tarif baja dari 50 persen menjadi 25 persen untuk mayoritas baja Kanada.
Namun, kedua pihak belum menjadwalkan negosiasi lebih lanjut, dan Carney mengumumkan penangguhan pembicaraan dagang dengan AS.
Selain perang tarif, AS dan Kanada juga harus menyepakati revisi perjanjian dagang USMCA, yang tidak ingin diperpanjang Trump dalam bentuknya saat ini.
>>> Ahmad Doli: Pemulihan Psikologis Dua Bocah Dairi Prioritas Utama
Ancaman Trump untuk menjadikan Kanada negara bagian ke-51 juga telah memicu kemarahan banyak warga Kanada.