Washington – Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE) telah memberikan kontrak senilai US$16,7 juta atau sekitar Rp 270 miliar untuk membeli 6.000 pasang sarung tangan yang dapat memberikan setruman listrik yang menyakitkan.
Menurut pemberitahuan yang diterbitkan di basis data federal pada Kamis, ICE mengadakan kontrak tanpa lelang dengan Compliant Technologies LLC, perusahaan asal Kentucky yang memproduksi perangkat tersebut.
>>> 4.274 Personel Dikerahkan Kawal 62 Demo di Jakarta, Ini Titik Rawan Macet
Kesepakatan itu mencakup pengadaan 6.000 perangkat beserta peralatan pendukung dan layanan selama enam bulan ke depan.
ICE menyatakan petugas akan menggunakan sarung tangan ini untuk mengendalikan tahanan dan pengunjuk rasa yang melawan.
Langkah ini tetap diambil meskipun ada penolakan dari para advokat hak sipil dan anggota Kongres dari Partai Demokrat.
Mereka menilai petugas ICE tidak dapat dipercaya untuk menggunakan perangkat tersebut secara tepat.
Kritik dari Senator Demokrat
ICE menerbitkan pemberitahuan itu beberapa jam setelah sekelompok senator AS yang dipimpin oleh Catherine Cortez Masto dari Nevada mendesak badan tersebut untuk membatalkan rencana pembelian.
Dalam surat kepada pelaksana tugas direktur ICE pada Kamis, Cortez Masto dan 15 rekannya dari kaukus Demokrat mempertanyakan kebutuhan ICE akan perangkat tersebut.
“Penyalahgunaan kekuatan yang mencolok dan tragis di Los Angeles, Chicago, Minneapolis, Houston, Maine, dan lokasi lain di seluruh negeri menimbulkan skeptisisme yang signifikan tentang kemampuan profesional badan tersebut untuk menggunakan alat baru yang dapat membahayakan warga Amerika tanpa sebab,” demikian bunyi surat tersebut.
Para senator ini adalah yang terbaru yang menyuarakan penolakan terhadap rencana tersebut, yang menjadi publik bulan ini ketika ICE menerbitkan pemberitahuan niatnya untuk membeli ribuan “perangkat gangguan dan de-eskalasi konduktif” untuk petugas dan penyidik.
