unique visitors counter
⌂ Beranda News Khutbah Jumat 4 September 2026: Memaknai 3 Jenis Bencana dalam Islam, Antara Ujian, Azab, dan Teguran Kasih Sayang
News

Khutbah Jumat 4 September 2026: Memaknai 3 Jenis Bencana dalam Islam, Antara Ujian, Azab, dan Teguran Kasih Sayang

Khutbah Jumat 4 September 2026: Memaknai 3 Jenis Bencana dalam Islam, Antara Ujian, Azab, dan Teguran Kasih Sayang
Menag: Masjid Istiqlal Jadi Masjid Pertama yang Masuk BEI
A A Ukuran Teks16px

اَفَلَا يَتُوْبُوْنَ اِلَى اللّٰهِ وَيَسْتَغْفِرُوْنَهٗۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
 
Artinya: "Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

 
Pesan ini sangat menenangkan. Ia menegaskan bahwa selama napas masih dikandung badan, pintu taubat selalu terbuka. Bencana adalah momentum untuk memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (habluminallah) dan hubungan horizontal dengan sesama manusia (habluminannas).
 

 

Teks Lengkap Khutbah Jumat: 3 Jenis Bencana dalam Islam

Bagi para khatib atau jemaah yang ingin mendalami atau mempersiapkan diri, berikut adalah teks khutbah Jumat yang disusun secara sistematis, lengkap dengan dalil, terjemahan, dan doa penutup yang menyentuh hati.
 

Khutbah Pertama

إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِيْرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَ وَلَا رَسُولَ بَعْدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّين. اما بعد
 
قَالَ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيمِ: يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. وَقَالَ أَيْضاً: وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

 
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
 
Manusia secara naluriah merasa khawatir dan cemas bila dilanda bencana yang berdampak pada keguncangan harta, benda, bahkan nyawa. Tidak jarang, manusia cenderung merasa bersalah atau bertanya-tanya, "Mengapa ini harus menimpa saya?" Padahal, Allah SWT tidak semata-mata memberikan suatu bencana bagi makhluk-Nya sebagai suatu azab atau murka yang tanpa sebab.
 
Ada tiga konsep bencana yang didatangkan pada manusia. Pertama, bencana yang menimpa suatu kaum karena tidak taat pada perintah Allah. Bencana ini sebagai azab atas perbuatan yang mereka lakukan agar senantiasa kembali ke jalan yang benar, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 45 yang telah kita dengar.
 
Kedua, bencana yang menimpa kaum muslim yang beriman. Bencana ini merupakan ujian bagi hamba-Nya atas keimanan yang dimiliki. Apakah kaum muslim tersebut dapat bersabar dan ridha, atau justru tidak menerima atas ujian yang menimpanya? Ingatlah firman Allah dalam QS. Al-Hasyr: 19, agar kita tidak menjadi orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri.
 
Ketiga, bencana yang menimpa masyarakat muslim yang fasik, yang terkadang taat dan terkadang maksiat. Bencana ini termasuk teguran dari Allah SWT agar senantiasa kaum tersebut bertaubat dan kembali ke jalan yang dirahmati-Nya.
 

📰 Update Terbaru