unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Korban Tewas Banjir Nepal-China Mendekati 600, 2.400 Orang Hilang
News

Korban Tewas Banjir Nepal-China Mendekati 600, 2.400 Orang Hilang

Tim penyelamat mencari korban banjir di Nepal
Korban Tewas Banjir Nepal-China Mendekati 600, 2.400 Orang Hilang
A A Ukuran Teks16px

Jumlah orang hilang akibat bencana banjir bandang di Nepal dan China melonjak hingga lebih dari 2.400 orang pada Jumat (29/8).

Angka ini mempertegas besarnya skala bencana yang melanda kawasan tersebut beberapa hari terakhir.

Tim penyelamat telah menemukan 584 jenazah sejauh ini. Sebagian korban bahkan terbawa arus hingga ke India.

Pencarian Korban Terus Berlanjut

Otoritas penanggulangan bencana Nepal menambahkan 933 pekerja pembangkit listrik tenaga air ke dalam daftar orang hilang.

Daftar itu sebelumnya sudah mencakup para pendaki dan peziarah menuju Gunung Kailash di Tibet.

Kerabat korban memadati rumah sakit di ibu kota Nepal, Kathmandu, untuk mencari kabar orang-orang yang mereka cintai.

Poster berisi foto dan nama orang hilang menempel di dinding rumah sakit.

Samjhana Thing (27) mengaku belum mendapat kabar tentang kakaknya. "Hari ini hari ketiga dan kami tidak tahu apa-apa.

Semoga dia (kakak saya) berada di tempat yang aman," ujarnya kepada AFP.

Survei Geologi AS menyebut bencana ini dipicu oleh runtuhnya gletser yang memicu aliran besar puing es. Bencana ini menjadi yang paling mematikan bagi Nepal sejak gempa 2015.

Aliran es dan lumpur juga membentuk danau-danau besar. Salah satu formasi danau menjadi ancaman langsung bagi petugas penyelamat yang mencari korban selamat.

Polisi Nepal mengimbau semua penyelamat untuk segera pindah ke lokasi aman. Mereka menerima informasi bahwa bendungan air kembali jebol di sisi Tibet.

Operasi Penyelamatan Terowongan

Militer Nepal menemukan orang-orang yang terjebak di terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli 3A. Mereka berupaya mencari jalan masuk untuk mengevakuasi korban selamat.

Juru bicara militer Raja Ram Basnet mengatakan dua helikopter telah dikerahkan. Namun, sulit menemukan titik masuk terowongan karena lokasinya yang sulit dijangkau.

Sekitar 350 pekerja dan warga telah dievakuasi dari lokasi tersebut. Upaya penyelamatan masih terus dilakukan untuk menjangkau lebih dari 100 orang yang terjebak di area yang sama.

Buddha Tamang, seorang pekerja yang selamat, menuturkan ia selamat karena berada di dalam terowongan saat banjir datang. "Saya selamat karena berada di terowongan," katanya.

Ia menambahkan bahwa para petugas senior yang berada di sisi lain semuanya tersapu arus. Tamang dievakuasi pada Kamis setelah terdampar selama lebih dari 24 jam.

Sementara itu, di Tibet, China sempat menghentikan operasi penyelamatan di kawasan terdampak terparah Gyirong karena risiko banjir susulan.

Namun, kemudian mereka menyatakan ancaman telah mereda.

Presiden China Xi Jinping memimpin rapat terkait upaya penyelamatan pada Jumat. Ia menawarkan bantuan Beijing untuk operasi darurat Nepal.

Nepal melaporkan jumlah korban tewas mencapai 579 orang pada Jumat. Di India, otoritas setempat menemukan tujuh jenazah dari sungai yang mengalir dari Nepal, diduga korban banjir.

Otoritas bencana Nepal menyebut 1.924 orang, termasuk 517 warga asing, masih belum bisa dihubungi. Angka ini naik dari sebelumnya 977 orang.

Di sisi Tibet, otoritas China melaporkan 558 orang hilang dan lima orang tewas. Mereka juga mengevakuasi 555 turis yang terjebak dan 499 warga China dari Tibet.

Banyak peziarah Hindu dari berbagai negara dilaporkan hilang di perbatasan. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Gunung Kailash di sisi China.

Sivaranjani Muthunathan (46) sedang dalam perjalanan dengan bus bersama 56 orang lainnya menuju perbatasan China. Mereka terjebak dalam kemacetan yang ternyata bukan kemacetan biasa.

"Lalu ada kabut, asap, sesuatu yang tiba-tiba menyelimuti kami," katanya sambil menunjukkan video ponsel berisi arus deras yang menerjang.

Di sekitar mereka, kendaraan tersapu atau terkubur lumpur.

Mereka keluar melalui sisi pengemudi satu per satu, lalu memanjat bukit untuk menyelamatkan diri.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru