Selain Bupati, pejabat tinggi daerah lainnya yang dilaporkan turut menjadi korban dalam insiden ini meliputi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangandaran, Ling Ling Nugraha Senjaya, serta Komandan Kodim (Dandim) 0626 Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan. Seluruh korban telah mendapatkan pertolongan pertama dan penanganan medis yang memadai di fasilitas kesehatan terdekat.
Spesifikasi Jembatan dan Dugaan Penyebab Keruntuhan
Jembatan Pongpet Margajaya sejatinya dibangun dengan tujuan mulia. Infrastruktur ini memiliki panjang sekitar 60 meter dengan ketinggian mencengangkan, yakni 30 hingga 40 meter dari permukaan sungai di bawahnya.
Keberadaan jembatan ini sangat strategis karena menjadi akses penghubung vital antarwilayah, sekaligus menjadi jalur utama menuju Kawasan Kampung Budaya Desa Margacinta yang kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Terkait penyebab pasti keruntuhan, sejumlah laporan awal menduga insiden ini berkaitan dengan beban berlebih (overload) saat momen peresmian, di mana puluhan orang berkumpul di satu titik struktur yang belum teruji ketahanannya secara maksimal. Namun, dugaan ini masih bersifat sementara.
Para ahli konstruksi menekankan bahwa penyebab pastinya masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis forensik yang mendalam, termasuk pengujian kualitas material, metode pemasangan angkur, dan kesesuaian desain dengan beban dinamis yang diizinkan.
Tuntutan Warga dan Evaluasi Mendalam dari Pemerintah
Pasca-insiden, gelombang aspirasi dari masyarakat setempat pun mengemuka. Warga Desa Margacinta dan sekitarnya mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh (audit) terhadap kondisi dan konstruksi jembatan gantung lainnya yang ada di Kabupaten Pangandaran.
Mereka meminta agar tidak ada jembatan yang kembali dibuka untuk umum sebelum mendapatkan sertifikat laik fungsi dari tim independen. Kepercayaan publik terhadap keamanan infrastruktur daerah kini sedang diuji, dan transparansi dalam proses investigasi menjadi kunci untuk memulihkannya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kerusakan masih dalam tahap penanganan, penyelidikan, dan evaluasi ketat oleh pihak berwenang, termasuk tim dari Dinas PU Provinsi Jawa Barat dan kepolisian setempat.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa keselamatan nyawa manusia harus selalu menjadi prioritas utama di atas seremoni atau percepatan pembangunan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, menghindari area lokasi kejadian, dan menunggu keterangan resmi lanjutan dari pemerintah Kabupaten Pangandaran.