>>> Mahalini Ungkap Alasan Sering Diam Saat Bertemu Artis Senior
S&P 500 kehilangan 35,66 poin atau 0,46 persen ke 7.676,10, sementara Nasdaq Composite turun 88,98 poin atau 0,34 persen ke 26.312,74.
Meski demikian, S&P 500 dan Nasdaq berpeluang mengakhiri dua bulan penurunan beruntun, sedangkan Dow menuju kenaikan bulanan kelima berturut-turut.
Thomas Kikis, kepala pasar untuk AS dan Amerika di Standard Chartered, menyebut dinamika ekonomi AS dan sektor korporasi luar biasa, dan argumen exceptionalism AS masih hidup.
Bentrokan militer AS-Iran kembali terjadi di Timur Tengah, di mana gangguan di Selat Hormuz menghambat pengiriman minyak.
Saham energi naik 0,97 persen setelah harga minyak Brent melonjak 1,04 persen, sementara sektor lain di S&P 500 tertekan.
Saham utilitas turun 1,19 persen setelah amandemen RUU Senat di California tidak banyak mengubah eksposur operator jaringan terhadap kewajiban kebakaran hutan.
PG&E merosot 19,4 persen dan berpotensi mencatat hari terburuk dalam lebih dari enam tahun jika penurunan berlanjut.
Nvidia naik 1,13 persen, sementara Sandisk dan Qualcomm masing-masing menguat 3,75 persen dan 2,49 persen.
David Chao, ahli strategi pasar global untuk Asia Pasifik di Invesco, mengatakan ia tetap menyukai area pasar yang terkait dengan tema pertumbuhan struktural seperti kecerdasan buatan dan infrastruktur digital.
Saham GameStop naik 4,5 persen setelah perusahaan mengumumkan akan membayar sekitar 27 persen dari pertukaran utang senilai 1,4 miliar dolar AS yang telah diumumkan sebelumnya menggunakan kas yang ada, bukan dengan menerbitkan saham baru, sehingga mencegah dilusi saham lebih lanjut.
>>> Polda Banten Bekuk Jaringan Pencuri Mobil Pikap hingga ke Pemalang
Jumlah saham yang turun mengungguli yang naik dengan rasio 2,26 banding 1 di NYSE dan 2,1 banding 1 di Nasdaq.