Dalam unggahan terakhirnya di media sosial X (sebelumnya Twitter), Cook menyampaikan pesan yang menyentuh hati.
"Di hari terakhir saya sebagai CEO, saya mengirimkan banyak cinta untuk komunitas Apple. Besok jabatan saya berubah, tetapi rasa cinta saya kepada komunitas Apple tidak akan pernah berubah," tulis Cook.
Ia juga menekankan rasa syukurnya yang tak terhingga kepada para pengguna dan pengembang yang telah menjadikan produk Apple bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. "Terima kasih karena selalu menjadi sumber inspirasi. Rasa terima kasih saya tidak ada habisnya dan saya sangat antusias menyambut babak berikutnya," tambahnya.
Dalam memo internalnya kepada ribuan karyawan Apple, Cook menyebut masa jabatannya sebagai "kehormatan terbesar dalam hidupnya", sebuah pernyataan yang menegaskan bahwa bagi Cook, Apple bukan sekadar perusahaan, melainkan rumah kedua.
Lionel Messi: Air Mata di Puncak Karir Internasional
Di belahan dunia lain, suasana duka menyelimuti dunia sepak bola. Lionel Messi, pemain yang kerap disebut sebagai The Greatest of All Time (GOAT), resmi mengumumkan pensiun dari Timnas Argentina. Keputusan ini diambil tepat setelah Argentina menelan pil pahit kekalahan dari Spanyol pada laga final Piala Dunia 2026.
Meski berakhir tanpa trofi juara di edisi terakhirnya, keputusan pensiun di usia 39 tahun ini diambil Messi dengan kepala dingin demi regenerasi. Ia sadar, waktu telah habis dan saatnya memberi jalan bagi talenta-talenta muda La Albiceleste.
"Saya Tidak Punya Apa-apa Lagi"
Pernyataan Messi pasca-laga final tersebut menyedot perhatian global. Dengan suara bergetar, ia mengakui bahwa tangki energinya telah kosong.
"Saya sudah memberikan semuanya. Saya tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan," ujar Messi dengan tatapan sendu.
