4. Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
(Mencakup: DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT)
- Pertalite: Rp10.000/liter
- Pertamax: Rp15.950/liter
- Pertamax Turbo: Rp19.600/liter
- Pertamax Green 95: Rp16.600/liter
- Dexlite: Rp23.700/liter
- Pertamina Dex: Rp25.200/liter
- Biosolar (Subsidi): Rp6.800/liter
5. Wilayah Kalimantan
- Kalimantan Timur, Tengah, dan Barat: Pertalite (Rp10.000), Pertamax (Rp16.300), Pertamax Turbo (Rp20.000), Dexlite (Rp24.200), Pertamina Dex (Rp25.750), Biosolar (Rp6.800).
- Kalimantan Utara dan Selatan: Pertalite (Rp10.000), Pertamax (Rp16.650), Pertamax Turbo (Rp20.450), Dexlite (Rp24.750), Pertamina Dex (Rp26.300), Biosolar (Rp6.800).
6. Wilayah Sulawesi
(Mencakup: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo)
- Pertalite: Rp10.000/liter
- Pertamax: Rp16.300/liter
- Pertamax Turbo: Rp20.000/liter
- Dexlite: Rp24.200/liter
- Pertamina Dex: Rp25.750/liter
- Biosolar (Subsidi): Rp6.800/liter
7. Wilayah Indonesia Timur (Maluku & Papua)
- Maluku & Maluku Utara: Pertalite (Rp10.000), Pertamax (Rp16.300), Dexlite (Rp24.200), Biosolar (Rp6.800).
- Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, & Papua Selatan: Pertalite (Rp10.000), Pertamax (Rp16.300), Dexlite (Rp24.200), Biosolar (Rp6.800).
- Papua Barat & Papua Barat Daya: Pertalite (Rp10.000), Pertamax (Rp16.300), Dexlite (Rp24.200), Pertamina Dex (Rp15.750)*, Biosolar (Rp6.800).
(Catatan: Harga Pertamina Dex di wilayah Papua Barat tertera lebih rendah dalam rilis resmi, kemungkinan merupakan kebijakan penyesuaian khusus daerah atau program percontohan tertentu).
>>> Trump Ancam Serang Iran Keras Setelah Baku Tembak Pertama dalam Berminggu-minggu
Dampak bagi Kantong Masyarakat dan Strategi Menghadapinya
Kenaikan harga BBM non-subsidi, terutama pada Dexlite dan Pertamina Dex yang melonjak hingga Rp4.000 per liter, tentu akan memberikan efek domino. Bagi pemilik kendaraan pribadi, ini berarti pengeluaran bulanan untuk bensin akan membengkak. Namun, bagi sektor logistik dan angkutan barang yang mengandalkan mesin diesel, kenaikan ini menjadi tantangan tersendiri yang berpotensi memengaruhi harga pokok distribusi barang.
Di sinilah pentingnya peran BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar yang dipertahankan harganya. Pemerintah, melalui Pertamina, seolah mengirimkan pesan bahwa perlindungan terhadap daya beli masyarakat kecil tetap menjadi prioritas di tengah badai ekonomi global.
Tips Berhemat di Tengah Kenaikan Harga:
- Manfaatkan Aplikasi MyPertamina: Pantau promo dan pastikan Anda mengisi BBM di SPBU resmi untuk menghindari praktik kecurangan.
- Pertimbangkan Pertamax Green 95: Dengan harga yang tidak naik (Rp16.600 di Jawa-Bali) dan klaim emisi lebih rendah, ini bisa menjadi alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan Pertamax Turbo.
- Efisiensi Berkendara: Hindari akselerasi mendadak dan pastikan tekanan ban kendaraan dalam kondisi optimal untuk menghemat konsumsi bahan bakar hingga 10-15%.