Bimal Sharma, pilot helikopter yang menerbangkan misi penyelamatan, mengaku terkejut melihat kehancuran di Timure, kota perbatasan dekat Tibet.
"Rasanya seperti terbang di atas lanskap yang sama sekali berbeda," katanya.
Sharma mengatakan ia tidak banyak berbicara dengan orang yang diselamatkan, tetapi ekspresi mereka menunjukkan betapa dalamnya dampak bencana.
"Saya bisa melihat kesedihan di mata mereka. Ini memilukan," ujarnya.
Di sisi China, tim penyelamat bekerja di daerah yang terkena lumpur, terutama di sekitar Pelabuhan Gyirong yang hancur total.
Beberapa penyelamat dengan anjing pelacak mencari tanda-tanda kehidupan di celah-celah batu.
>>> Profil Dokter Muhammad Iqbal yang Viral Disebut Leona Kanza, Praktik di RSUD Lebong
Tim lain menggunakan alat berat untuk membuka kembali jalan utama menuju Pelabuhan Gyirong. Hal ini akan memudahkan pengiriman peralatan, personel, dan pasokan ke zona bencana, menurut Global Times.